Tiga Golongan yang Pasti Ditolong Allah (3)

Mereka yang mendapatkan kepastian pertolongan dari Allah Ta’ala adalah mereka yang menikah dengan niat menjaga diri dari zina, budak yang sungguh-sungguh berkeinginan membebaskan diri, dan satu golongan yang melakukan amalan tertinggi dalam Islam. Siapakah mereka?

Mujahid di Jalan Allah

- Advertisement -

Pintu masuk dan dasarnya Islam adalah dua kalimat syahadat. Tiang penyangganya adalah shalat fardhu lima waktu dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah Ta’ala. Melalui jihad inilah Islam dimenangkan, dihormati, dan berhasil menjadi agama terbesar di seluruh penjuru bumi, bahkan pernah mengalahkan imperium sebesar Romawi maupun Persia.

Jihad adalah bersungguh-sungguh. Bentuknya tidak selalu mengangkat senjata, tetapi memang itulah yang utama jika dibutuhkan. Maka, jihad bisa berupa dakwah dengan lisan, tulisan, ataupun bidang lain yang dilakukan dengan kesungguhan dalam menyebarkan agama Allah Ta’ala kepada seluruh umat manusia.

Maka dalam salah satu sabdanya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyebutkan mereka yang menuntut ilmu senantiasa diganjari jihad di jalan Allah Ta’ala hingga dia pulang. Begitupun dengan orang-orang yang mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan anak-anak dan istri-istrinya agar tidak menjadi peminta-minta; Allah Ta’ala berikan ganjaran mujahid baginya.

Karena jihad identik dengan perang fisik dengan senjata, maka kaum muslimin harus mempersiapkan diri ketika hal ini diwajibkan. Pasalnya, penjajahan terhadap kaum muslimin telah terjadi di berbagai belahan bumi. Mulai dari Gaza Palestina, Suriah, Moro, Pattani, Rohingnya, pun Mesir dengan rezim diktatornya.

Persiapan menghadapi jihad ini juga harus dilakukan dengan pendekatan diri kepada Allah Ta’ala secara intensif. Sebab kekuatan fisik para mujahid di medan juang sangat dipengaruhi kualitas kedekatannya kepada Allah Ta’ala Yang Mahakuat. Pun sebaliknya.

Maka kita dapati musuh-musuh Allah Ta’ala itu, fisiknya besar dan kekar, tetapi tidak tahan lama sebab ketergantungannya pada makanan dan hal duniawi lainnya. Sedangkan kaum muslimin, sumber kekuatannya ada pada dzikir dan kekuatan ruhaninya.

- Advertisement -

Kabar gembiranya, dalam rangka persiapan itu, penting bagi kaum muslimin untuk memulai berniat dan senantiasa memperbarui niat. Sebab, dalam sebuah hadits disebutkan, Siapa yang berniat sungguh-sungguh untuk berjihad, ia akan digolongkan sebagai mujahid, meski mati di atas tempat tidur. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Allah Bersumpah dengan Kuda Perang di Surat Al Adiyat?

Di awal Surat Al Adiyat, Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan menyebut kuda perang yang berlari kencang. Rangkaian sumpah ini ada di...

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.