Suka Menghardik Ibu, Makam Laki-laki Ini Terbelah Dua

Allah memerintahkan hambaNya untuk berbakti kepada kedua orangtua. Senantiasa berbuat baik dan berakhlak mulia kepada mereka. Allah melarang durhaka kepada kedua orangtua. Allah melarang menghardik mereka. Bahkan, berkata kasar seperti “ah” pun dilarangNya.

- Advertisement -

Durhaka kepada orangtua, termasuk menghardik mereka, adalah dosa yang biasanya sebagian azabnya ditimpakan Allah di dunia. Dalam Shahih at Targhib wa at Tarhib diriwayatkan sebuah hadits hasan mauquf tentang azab kubur yang dialami seorang laki-laki di zaman itu lantaran suka menghardik ibu.

Suatu hari, Al Awwam bin Hausyab melewati sebuah perkampungan. Di dekat kampung itu terdapat pemakaman. Setiap selesai Asar, satu kuburan di pemakaman itu terbelah dan terdengar ringkikan keledai dari dalamnya. Setelah itu, kuburan tersebut kembali tertutup.

Dari penduduk desa, akhirnya Al Awwam tahu bahwa kuburan yang dihinakan Allah itu adalah kuburan seorang laki-laki yang durhaka kepada ibunya. Ia suka menghardik ibunya.

“Orang ini dulu suka minum minuman keras,” kata seorang penduduk desa kepada Al Awwam. “Ketika ia hendak pergi mabuk-mabukan, ibunya menasehatinya: ‘Wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah… sampai kapan kamu akan minum khamar?’”

Bukannya mengurungkan perbuatan dosanya itu, laki-laki tersebut justru menghardik ibunya. “Sesungguhnya engkau hanya meringkik seperti ringkikan keledai.”

Rupanya setelah itu, ia meninggal. Ia menghembusan nafasnya yang terakhir setelah Asar, sebelum sempat bertaubat dan meminta maaf pada ibunya.

- Advertisement -

“Setiap hari selama ini, setelah Asar kuburannya terbelah, terdengar ringkikan mirip ringkikan keledai tiga kali dan setelah itu menutup kembali,” lanjut penduduk desa itu kepada Al Awwam.

La haula walaa quwwata illa billah… Allah menghinakan laki-laki yang durhaka dan suka menghardik ibunya tadi dengan hinaan yang persis seperti ia lontarkan kepada ibunya. Alangkah cepatnya hisab Allah dan sungguh benar ancamanNya. Bahwa Dia melaknat orang yang mencaci-menghardik orangtuanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ سَبَّ وَالِدَيْهِ

“Allah melaknat siapa saja yang mencaci/menghardik kedua orang tuanya” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya)

Semoga kita senantiasa dijaga Allah agar senantiasa berbakti kepada orangtua dan tidak pernah menyakiti keduanya. Tidak juga berkata kasar, apalagi menghardik mereka. [Muchlisin BK/Kisahikmah.com]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...