Mimpi Basah adalah Ulah Setan?!

Di dalam buku Agar Tidak Diperdaya Setan, Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi mengatakan, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sama sekali tidak pernah mimpi basah.” Kemudian, beliau mengutip beberapa riwayat shahih terkait mimpi basah ini.

- Advertisement -

‘Abdullah bin ‘Abbas mengatakan, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sama sekali tidak pernah mimpi basah.” Di antara yang menjelaskannya, beliau bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani dan Ibnu Adi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Mimpi basah adalah karena perbuatan setan.”

Masih dari sosok faqih ‘Abdullah bin ‘Abbas, beliau mengutip sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa para Nabi tidak pernah mimpi basah. Sebab mimpi basah terjadi lantaran ulah setan yang terlaknat.

Dalam riwayat lain dari Maslamah bin ‘Abdul Malik sebagaimana terdapat dalam Tarikhul Bukhari, ia berkata, “Semua Nabi tidak pernah menguap dan tidak pernah mimpi basah.”

Riwayat terakhir, masih dari ‘Abdullah bin ‘Abbas yang diteruskan oleh Imam Mujahid kepada Imam Ibnu Abi Nujaih kepada Ya’la, kepada Ibrahim bin al-Hajjaj, kepada Ibrahim bin Nashr, bahwa, “Semua Nabi tidak pernah mimpi basah sama sekali. Mimpi basah itu dari setan.”

Memang, mimpi basah menjadi satu di antara sekian banyaknya tanda bahwa seorang laki-laki telah disebut baligh selain dari usianya. Namun, riwayat ini hendaknya menjadi perhatian kita semua selaku kaum Muslimin, sebab setan akan senantiasa menggoda hingga ajal menjemput.

Apalagi, mimpi basah terjadi di luar kesadaran. Maka di antara kiat yang bisa dilakukan selain menikah, adalah dengan senantiasa memohon kepada Allah Ta’ala agar dilindungi dari bisikan dan godaan setan sebelum beranjak menuju tidur.

- Advertisement -

Di antara sunnah sebelum tidur:

  1. Berwudhu
  2. Membersihkan selimut dengan basmalah
  3. Berbaring di sisi sebelah kanan (posisi jantung di atas)
  4. Menghadap kiblat
  5. Membaca ta’awwudz, dilanjutkan membaca surat al-Ikhlash dan muawwidzatain (al-Falaq dan an-Naas) (masing-masing sekali dibaca tiga kali seraya menangkupkan kedua telapak tangan, meniupnya, dan mengusapkannya ke bagian tubuh yang terjangkau)
  6. Membaca tasbih (33 kali), tahmid (33 kali), dan takbir (34 kali)
  7. Membaca Ayat Kursi dan dua ayat terakhir surat al-Baqarah
  8. Berdoa dengan doa yang diajarkan Nabi
  9. Beristighfar dan melakukan muhasabah sampai tertidur. [Pirman/Kisahikmah]
- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...

Sejarah Bulan Muharram dan Peristiwa Penting yang Terjadi di Dalamnya

Bulan Muharram (المحرم) adalah bulan pertama dalam penanggalan hijriyah. Bagaimana sejarah bulan muharram dan peristiwa penting apa saja yang terjadi di dalamnya?