Kitab Fathul Qarib tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Bagi santri nahdliyin, kitab ini merupakan salah satu kitab wajib dalam mempelajari fiqih. Penulisnya adalah Ibnu Qasim Al-Ghazi.
Tidak banyak yang tahu bahwa beliau lahir di Gaza, Palestina. Namun yang orang yang cermat dengan nama kunyahnya, Al-Ghazzi itu sudah menunjukkan bahwa beliau identik dengan Gaza.
Nama dan Nasabnya
Beliau adalah Muhammad bin Qasim bin Muhammad bin Muhammad, bergelar Syamsuddin, berkunyah Abu Abdullah Al-Ghazzi, juga punya panggilan Al-Qahiri (orang Kairo), bermadzhab Syafi’i. Beliau lebih masyhur dengan nama Ibnu Qasim Al-Ghazzi. Kadang orang menyebut beliau Ibnu Al-Gharabili.
Kelahiran dan Masa Pertumbuhannya
Beliau lahir pada bulan Rajab tahun 859 H (secara perkiraan yang mendekati kepastian) di kota Gaza. Di kota itulah beliau tumbuh dan berkembang.
Sejak kecil beliau telah menghafal:
- Al-Qur’an,
- Asy-Syathibiyyah,
- Al-Minhaj,
- Alfiyah Hadits,
- Alfiyah Nahwu,
- Sebagian besar kitab Jam’ul Jawami’,
- Dan berbagai kitab lainnya.
Guru-Guru Utamanya
Di antara guru-guru beliau yang paling utama adalah:
- Syamsuddin Al-Himshi, dari beliau Ibnu Qasim mempelajari fikih, bahasa Arab, dan berbagai ilmu lainnya. Beliau juga belajar qira’at sepuluh dari beliau hingga Surah Al-Hijr.
- Muhammad bin Muhammad Kamaluddin Ibnu Abi Syarif Al-Maqdisi Asy-Syafi’i, dari beliau Ibnu Qasim mempelajari fikih, ushul fikih, dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Di antara yang beliau pelajari adalah Syarah Al-Mahalli li Al-Jam’il Al-Jawami’. Guru ini menggambarkan Ibnu Qasim sebagai seorang ulama yang luas ilmunya dan sangat teliti dalam penelitian ilmiah.
Kemudian beliau datang ke Kairo pada bulan Rajab tahun 881 H, lalu menimba ilmu dari banyak ulama, di antaranya:
- Al-‘Abbadi dalam bidang fikih melalui pembacaan dan pendengaran langsung.
- Al-Jaujari dalam sebagian ilmu ushul fikih dan seluruh ilmu ‘arudh (ilmu syair).
- Al-‘Ala’ Al-Hishni. Belajar dari beliau: Syarah Al-‘Aqaid, Hasyiyah Syarah Al-‘Aqaid, Syarah At-Tashrif, Al-Quthb dalam ilmu mantiq, sebagian besar kitab Al-Muthawwal beserta hasyiyah-nya, dan berbagai kitab lainnya.
- Al-Badr Al-Mardani. Belajar dari beliau: Ilmu faraidh (waris), Hisab,Aljabar dan muqabalah, serta cabang-cabang ilmu terkait lainnya.
- Zain Zakariya, dari beliau beliau mempelajari pembahasan qiyas dalam Syarah Jam’ul Jawami’ karya Al-Mahalli.
- Al-Jamal Al-Kurani, dari beliau beliau mempelajari Syarah Asykal At-Ta’sis.
Beliau juga mempelajari qira’at Al-Qur’an secara gabungan maupun per riwayat dari :
- Syams Muhammad bin Al-Qadiri,
- Zain Ja’far. Dari Zain Ja’far beliau mempelajari: Qira’at tujuh melalui jalur An-Nasyr, Qira’at empat belas melalui kitab yang sama, serta ilmu musthalah hingga pertengahan Surah An-Nisa’.
Beliau juga belajar kepada As-Sakhawi, antara lain:
- Alfiyah Hadits secara penuh dengan pembahasan dan kajian,
- Kitab Al-Qaul Al-Badi’,
- Berbagai karya As-Sakhawi lainnya setelah beliau menyalinnya,
- Dan kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi.
Kedudukan Ilmiah dan Pujian Ulama kepadanya
Imam As-Sakhawi berkata tentang beliau:
“Ibnu Qasim Al-Ghazi unggul dalam berbagai disiplin ilmu. Ia dikenal sebagai seorang yang memiliki keutamaan, ketenangan, kesalehan, kecerdasan, dan sifat qana’ah dengan sedikit harta. Zaini bin Muzhir menempatkannya di madrasahnya. Ia bergaul dengan Syihab Al-Absyihi. Ia mengajar di Masjid Al-Azhar. Ia sering mengadakan khataman besar. Kadang-kadang ia berkhutbah di Masjid Benteng (Qal’ah) ketika qadhinya berhalangan hadir, dan khutbahnya mendapat pujian.
Ketika menjabat sebagai naqib, ia sering datang kepadaku. Ia menyalin sebagian karya-karyaku dan membacakannya kepadaku. Ia juga menunjukkan kepadaku hasyiyah yang ditulisnya atas Syarah Al-‘Aqaid dalam beberapa jilid kecil, lalu aku memberikan pujian tertulis atas karya tersebut. Demikian pula hasyiyahnya atas Syarah At-Tashrif.
Aku mengajarkan kedua karya itu dan karya-karya lainnya. Bahkan ia telah memberikan fatwa, dan pada zaman kita ini ia memang layak untuk itu.”
Karya-Karya Ibnu Qasim Al-Ghazi
Di antara karya-karya beliau adalah:
- Fathur Rabb Al-Malik — syarah atas Alfiyah Ibnu Malik dalam ilmu nahwu.
- Fathul Qarib Al-Mujib fi Syarhi Alfazhit Taqrib atau Al-Qaul Al-Mukhtar fi Syarhi Ghayatil Ikhtishar, yaitu syarah atas Matan Abu Syuja’.
- Al-Qaul Al-Wafi fi Syarhi ‘Aqaid An-Nasafi.
- Nuzhatun Nazhir bith-Tharf fi ‘Ilmish Sharf.
- Nafaisul Faraid wa ‘Ara’isul Fawaid.
- Dan masih banyak karya lainnya.

Wafatnya
Ibnu Qasim Al-Ghazi wafat pada tahun 918 H. Semoga Allah mengkaruniakan surga termulia kepada beliau bersama para Nabi dan Rasul, shiddiqin, ulama, dan shalihin. Aamiin. []
*Sumber: Fathul Qarib Mujib terbitan Resalah Publisher, Beirut.





