Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menundukkan Kerasnya Hati Richard The Lion Heart

Shalahuddin Al Ayyubi tak hanya dikagumi oleh kaum muslimin. Kemuliaan akhlak dan kepemimpinannya juga dikagumi orang-orang Barat. Bahkan dikagumi musuh-musuhnya.

- Advertisement -

Jonathan Pillips, dosen University of London dan penulis buku-buku perang Salib, menyebut Shalahuddin sebagai pahlawan utama bagi umat Islam. Keren Amstrong terkagum dengan pengampunan Shalahuddin pada musuh-musuhnya. Ia menjabarkan dengan apik bagaimana Shalahuddin memaafkan pasukan musuh dan membebaskan para tawanan.

Salah satu kisah Shalahuddin Al Ayyubi yang paling menarik adalah bagaimana ia menundukkan Richard The Lion Heart. Raja Inggris pemimpin pasukan salib itu dikenal sebagai Richard si Hati Singa karena reputasinya sebagai pemimpin militer yang gagah berani.

Namun ada sisi hitam Richard yang ditutup-tutupi. Syaikh Ali Muhammad Ash Shalabi menjelaskan, karakter Richard sangat keras. Ia tidak segan memerintahkan serangan militer, perampasan harta dan membantai warga.

“Pembantaian sekitar 3000 muslim di Akka pasca disepakatinya perjanjian jaminan keamanan adalah contoh yang menyingkap karakter buruk Richard si Hati Singa,” kata Ash Shalabi.

Namun Richard masih lebih baik dibandingkan Renault, penguasa benteng Kurk dan Syaubak. Renault sangat kejam dan brutal serta sering mengingkari janji. Sehingga Shalahuddin bernadzar untuk membunuh Renault dengan tangannya sendiri.

Baca juga: Umar Mukhtar
- Advertisement -

Kerasnya hati Richard akhirnya luluh di hadapan kemuliaan akhlak Shalahuddin Al Ayyubi. Saat Richard sakit, Shalahuddin mengirimkan dokter terbaik untuknya. Richard yang saat itu sangat membutuhkan pengobatan merasa kagum dengan Shalahuddin. Ia lawannya, ia musuh bebuyutannya dalam perang, tetapi justru membantunya untuk sembuh.

Shalahuddin juga mengirimkan es dan buah-buahan kesukaan Richard. Makanan terbaik ini turut membantu penyembuhan sakitnya.

Akhlak Shalahuddin berhasil meluluhkan kerasnya hati Richard. Akhirnya disepakatilah perjanjian Ramalah, sebagai akhir dari episode panjang invasi kaum Salib di Syam.

“Batu jika dilawan dengan batu, hasilnya bisa memunculkan percikan api,” kata Ash Shalabi menjelaskan hikmah kisah Shalahuddin Al Ayyubi ini. “Tetapi jika batu dilawan dengan air, lama-lama akan luluh. Begitulah karakter keras dan kaku, jika dilawan dengan kelembutan bisa menghasilkan perdamaian.” [Muchlisin BK/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...

Sejarah Bulan Muharram dan Peristiwa Penting yang Terjadi di Dalamnya

Bulan Muharram (المحرم) adalah bulan pertama dalam penanggalan hijriyah. Bagaimana sejarah bulan muharram dan peristiwa penting apa saja yang terjadi di dalamnya?