Keutamaan Memberi Nafkah

Ada pahala agung bagi siapa yang menikah dengan mengharap rahmat dan berkah dari Allah Ta’ala. Ada ganjaran mulia bagi suami-istri yang berniat sungguh-sungguh mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

- Advertisement -

Maka melakukan kewajiban adalah satu di antara sekian banyaknya kunci untuk mewujudkan apa yang diniatkan. Dan seseorang hanya bisa melakukan kewajiban sebagai suami atau istri dengan baik-hanya-jika ia memiliki ilmu dan kesungguhan tekad untuk mengamalkannya.

Bagi seorang suami yang berkewajiban memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya, ada pahala besar yang telah Allah Ta’ala sediakan untuknya. Ada janji agung dari Nabi bagi siapa yang berpeluh dengan darah demi mencukupi kebutuhan anak dan istri, meski sejatinya hanya Allah Ta’ala yang mencukupi semua kebutuhan hamba-Nya

Derajat yang Ditinggikan

Adakah perbedaan antara seekor hewan dengan lelaki yang hanya ‘membuat’ anak, lalu meninggalkannya tanpa berupaya menafkahi? Bukankah hewan-hewan ternak pun melakukan ‘kerja-kerja’ hingga anak-anak terlahir karenanya? Kemudian tanpa merasa bersalah, hewan-hewan tersebut meninggalkan anaknya, bahkan mencari betina lain untuk menanamkan ‘investasi’ selanjutnya?

Padahal, bagi lelaki yang bersungguh-sungguh melakukan usaha menafkahi, terkandung pahala yang agung berupa derajat yang ditinggikan.

“Sesungguhnya engkau tidaklah menginfaqkan suatu nafkah dengan tujuan mencari keridhaan Allah Ta’ala, melainkan bertambah derajat dan kedudukanmu. Termasuk yang engkau berikan kepada istrimu.”

Hadits yang agung ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.

Berpahala Sedekah

- Advertisement -

Pasti ada kegalauan yang luar biasa dalam diri seorang muslim ketika belum dikaruniai harta untuk disedekahkan di jalan Allah Ta’ala. Pasalnya, orang-orang beriman amat besar keinginannya untuk berkorban di jalan Allah, meski kemampuannya tak sebesar itu.

Kabar gembiranya, bagi seorang laki-laki yang sungguh-sungguh melakukan kerja-kerja cinta untuk memberikan nafkah bagi anak dan istrinya, ada pahala agung serupa sedekah yang dijanjikan kepadanya.

“Apabila seorang muslim memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dari Allah Ta’ala,” sabda Nabi Shallallahu ‘alahi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, “maka nafkah itu merupakan sedekah baginya.”

Hendaklah kita bersungguh-sungguh untuk melakukan amalan nan mulia ini. Sebab jika dimensinya duniawi semata, alangkah meruginya kita. Maka hanya dengan membawanya ke dalam nuansa ibadah seraya mengharap Ridha Allah Ta’ala, semoga setiap peluh yang menetes dalam mengupayakan nafkah bagi keluarga menjadi buliran bening yang kelak bisa mengantarkan kita ke surga-Nya. Aamiin. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...

Tanda-Tanda Lailatul Qadar, Segera Lakukan Ini Jika Mendapatinya

Tak seorang pun di masa sekarang yang bisa memastikan kapan turunnya lailatul qadar. Namun Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan tanda-tanda lailatul...