Begini Cara Mengetahui Apakah Kita Diingat Allah atau Tidak

Betapa bahagianya seorang murid yang selalu diingat kebaikannya oleh gurunya. Sang Guru mengisahkan murid terbaiknya di banyak kelas, dalam interaksinya dengan murid-muridnya yang lain. Saat tiba di rumah, Guru juga menuturkan perihal murid kesayangannya itu kepada anggota keluarganya.

- Advertisement -

Selalu begitu, di mana pun sang Guru bermajlis atau mengajar.

Betapa senangnya pula seorang guru yang selalu diingat kebaikannya oleh para muridnya. Sang Guru menjadi buah bibir para murid di banyak kesempatan. Para murid menghormati, menyukai, dan berusaha meneladani kebaikan-kebaikan gurunya, baik dalam tutur kata maupun tindakan dan kesehariannya yang lain.

Tak ada satu pun murid berkumpul, kecuali membincangkan dan menelaah petuah atau meneladani gurunya.

Tak kalah bahagianya ialah seseorang yang diingat-ingat oleh kekasih pujaan hatinya; suami atau istri-istrinya. Sang suami menjadi teladan bagi istrinya dalam setiap bulir kalimat dan detail tindakan. Begitu pula para istri yang selalu dipuji secara tulus oleh suaminya terkait pelayanan, ketaatan, dan kehidupan keseharian dengan pujian yang dibenarkan tanpa berlebih-lebihan untuk membagikan kebaikan dan nikmat Allah Ta’ala yang diberikan kepadanya.

Begitu seterusnya; nikmatnya rakyat yang selalu diingat oleh pemimpin-dan sebaliknya, syukur dan bahagianya anak yang senantiasa diingat oleh orang tua-begitu pula sebaliknya, dan seterusnya.

Lantas, bagaiamana bahagianya seorang hamba yang selalu diingat Allah Ta’ala? Bagaimana caranya agar seorang hamba layak diingat oleh Allah Ta’ala Yang Mahakuasa? Bagaimana pula cara mengetahui, apakah saya dan pembaca sekalian termasuk hamba yang Diingat oleh Allah Ta’ala atau justru sebaliknya?

- Advertisement -

“Sungguh aku mengetahui saat Allah Ta’ala mengingatku,” tutur Tsabit Al-Bunani.

“Bagaimana caranya engkau mengetahui hal itu?” tanya seseorang kepada tabi’in ahli zuhud dan ahli ibadah ini.

“Tatkala aku mengingat-Nya, Dia Ta’ala Mengingatku.” Tegas Al-Bunani seperti dikutip Syeikh Abu Bakar Al-Thurthusy Al-Andalusy dalam Al-Ma’tsurat mengutip dari Thabaqat Al-Auliya’, Thabaqat Al-Shufiyah, dan Hilyah Al-Auliya’.

Bukankah Allah Ta’ala yang menegaskan bahwa Dia Mengingat hamba-hamba yang ingat (berdzikir) kepada-Nya seperti disebutkan dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 152?

Tentu dengan makna mengingat yang berbeda dengan makhluk-Nya. Mengingat yang tak selalu berlawanan dengan melupakan karena Dia berbeda dengan seluruh makhluk-Nya.

- Advertisement -

Ingatlah Allah, pasti Allah Ta’ala mengingat kita. [Mbah Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...