Kesempurnaan Bakti kepada Orang Tua

0
ilustrasi

Di antara bentuk kesempurnaan bakti seorang anak kepada orang tuanya adalah tetap berbakti ketika satu atau keduanya sudah meninggal dunia. Beruntungnya, Islam yang mulia telah memberikan petunjuk yang amat jelas terkait cara berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat.

Selain mendoakan, ada juga amalan-amalan yang harus kita lakukan dan terhitung sebagai wujud bakti seorang anak kepada keduanya. Hal ini sebagaimana kita dapati dalam banyak riwayat shahih dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Imam Muslim meriwayatkan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sebaik-baiknya al-birr adalah seorang anak yang melanjutkan kasih sayang ayahnya.” Dalam riwayat lain masih dari Imam Muslim juga disebutkan, “Sebaik-baik al-birr adalah menyambung tali persaudaraan dari seorang anak kepada orang yang disayangi oleh ayahnya setelah ayahnya tiada.”

Melanjutkan kebaikan sang ayah atau ibu kepada saudaranya, sahabat baiknya, keluarga-keluarganya, dan orang lain yang memang pernah dekat dan akrab dengan keduanya. Inilah yang disebut dalam hadits Imam Muslim di atas sebagai abarral birri, sebaik-baiknya kebaikan.

Selain anjuran untuk senantiasa berbuat baik kepada orang yang baik kepada ayah atau ibu, Allah Ta’ala juga mengancam jika seorang anak berlaku sebaliknya. Misalnya berbuat zalim atau menjahati orang-orang yang berinteraksi dengan baik kepada orang tua kita.

Hal ini bisa disimpulkan berdasarkan hadits Imam Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Rasulullah bersabda, “Peliharalah orang yang disayang ayahmu dan janganlah kamu memutuskannya.” Jika memutuskan, ancam Rasulullah dalam riwayat tersebut, “Atau, Allah Ta’ala akan memadamkan cahayamu.”

Tiga riwayat ini semakin dikuatkan dengan riwayat lain tentang seorang lelaki yang mendatangi Nabi. Kedua orang tuanya telah wafat. Tanyanya kepada Nabi, “Adakah amal saleh yang harus aku lakukan kepada kedua orang tuaku setelah mereka wafat?”

“Ya,” tutur Nabi menerangkan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, “ada empat perkara; mendoakan (meminta ampun) untuk keduanya, menunaikan janjinya, memuliakan temannya, dan menyambung tali persaudaraan Islam yang telah disambung oleh keduanya.”

Mari bertanya kepada ayah atau ibu kita tentang sahabat-sahabatnya yang baik hati di sepanjang kehidupan keduanya. Catat baik-baik, dan lanjutkan kebaikan yang telah dibina oleh keduanya.

Bagi sahabat yang ayah atau ibunya sudah wafat, semoga Allah Ta’ala berikan ampunan kepadanya, merahmatinya, memaafkannya, dan memberikan tempat terbaik kepadanya di sisi-Nya. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaSetelah Membunuh Lantaran Tertolak Lamarannya, Lelaki Ini Datangi ‘Abdullah bin ‘Abbas
Berita berikutnyaSilsilah dan Karakteristik Sifat Serakah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.