Kepada Orang Ini, Malaikat Bentangkan Sayapnya

Allah Ta’ala akan mengangkat derajat hamba-Nya yang lakukan amalan ini dengan beberapa derajat. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun memuliakan umatnya yang bersemangat dalam melakukan amalan nan mulia ini. Bahkan, para malaikat membentangkan sayap seraya mendoakan mereka bersama seluruh ikan di laut dan aneka jenis burung.

- Advertisement -

Ialah menuntut ilmu. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, “Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.” Siapa yang kehendaki kehidupan di dunia, maka ilmulah kuncinya. Barang siapa yang ingin bahagia di akhirat, ilmu pulalah jalan yang kudu ditempuh. Dan, jika maui bahagia di dunia dan akhirat, maka ilmu jualah kuncinya.

Hari itu, datanglah seorang sahabat. Namanya Shafwan bin ‘Asal al-Mardhi Radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku datang untuk menuntut ilmu.”

Kepada sahabat Nabi ini dan ditujukan pula kepada kaum Muslimin hingga akhir zaman, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Selamat datang para penuntutu ilmu. Sesungguhnya para pencari ilmu akan dikelilingi dan dibentangkan kepadanya sayap-sayap para malaikat.”

Pungkas Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin hanbal, ath-Thabari, Ibu Hibban, dan al-hakim secara shahih, “Kemudian para malaikat saling naik ke langit dunia dengan membentangkan sayapnya karena mencintai apa yang mereka cari.”

Lantaran mulianya ilmu, Allah Ta’ala mengganjarinya setara jihad di jalan-Nya sampai seseorang pulang dari menuntut ilmu. Bahkan, setiap langkah yang ditempuh oleh seorang hamba dalam menuntut ilmu akan memudahkan langkahnya kelak menuju surga Allah Ta’ala. Karenanya pula, menuntut ilmu diwajibkan sepanjang hayat; dari buaian hingga liang kubur, sejauh mungkin sesuai kemampuan.

Lebih istimewa lagi, jihad dengan ilmu ini dikhususkan hanya bagi mereka yang mengetahui dan takut kepada Allah Ta’ala. Ialah para ulama yang hanya takut kepada-Nya sebab kedekatan dan bagusnya interaksi dengan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman, “Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama.” (Qs. Fathir [35]: 28)

- Advertisement -

Semoga Allah Ta’ala masukkan kita ke dalam golongan yang mulia lantaran ilmu. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Allah Bersumpah dengan Kuda Perang di Surat Al Adiyat?

Di awal Surat Al Adiyat, Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan menyebut kuda perang yang berlari kencang. Rangkaian sumpah ini ada di...

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.