Amalan yang Menjadi Perhiasan Orang Mukmin di Surga

Mahabesar Allah Ta’ala dengan segala karunia-Nya. Dialah yang berhak menetapkan ganjaran atas amalan-amalan yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya. Dia pula yang memiliki wewenang penuh untuk berikan dosa atas maksiat yang dilakukan oleh seorang hamba.

- Advertisement -

Mahasuci Allah Ta’ala yang telah janjikan agungnya balasan atas amal sederhana seorang hamba. Di antaranya adalah amalan ringan yang kelak menjadi perhiasan bagi orang-orang beriman di surga.

Amalan ini diwajibkan saat seorang yang berhadats hendak mendirikan shalat. Jika dijaga sepanjang hari, maka amalan ini menjadi keutamaan yang dengannya berpahala surga. Ada pula janji khusus bagi siapa yang menyempurnakan amalan ini ketika cuaca dingin sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat shahih.

Jika dikerjakan dengan sempurna kemudian pelakunya bergegas mendatangi masjid untuk dirikan shalat berjamaah, maka setiap langkahnya berpahala satu derajat dan langkah lainnya menghapus dosa. Terus seperti itu, dilipatkan hingga langkah terakhir.

Dalam riwayat lain juga dikatakan, dosa-dosa seorang beriman akan luntur-hilang-pergi-berguguran bersamaan dengan tetes terakhir air yang digunakan untuk membasuh anggota badan. Begitu pula dengan dosa-dosa kecil yang dilakukan oleh anggota tubuh yang dibasuh itu.

Mahasuci Allah Ta’ala atas karunia-Nya ini. Bahkan, seorang hamba juga akan mendapatkan bonus kesehatan fisik sebab melakukan amalan ini. Pasalnya, amalan ini menjadi salah satu tanda betapa Islam amat menjunjung tinggi kebersihan pemeluknya.

Di hari Kiamat kelak, anggota tubuh yang terbasuh akan mengeluarkan cahaya. Dan, ini menjadi tanda bahwa seseorang adalah umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karenanya, beliau memerintahkan perluasan wilayah basuh agar cahaya orang beriman semakin terang. Tentunya, selama tidak berlebihan saat gunakan air untuk membasuh anggota tubuh tersebut.

- Advertisement -

Amalan ini pula yang kelak menjadi perhiasan orang yang beriman di surga-Nya. Sebagaimana disabdakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Perhiasan orang mukmin (di surga) akan mencapai bagian yang terkena air wudhu(nya).”

Amalan ini juga amat disunnahkan untuk dilakukan saat hendak tidur atau bepergian. Di antaranya hikmahnya, jika seseorang meninggal dalam keadaan tersebut, maka ia menghadap kepada Allah Ta’ala dalam keadaan suci. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...