Inilah yang Pertama Kali Dilakukan Nabi ketika Masuk Rumah

Seorang Muslim adalah sosok yang bersungguh-sungguh dalam meneladani Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mereka berupaya meneladani beliau di setiap waktu, dalam beragam aktivitas, sesuai dengan kemampuan terbaik yang dimilikinya. Bukan hanya tentang hal-hal besar, tetapi terkait hal terkecil sekali pun.

- Advertisement -

Maka, misalnya, mereka akan mencari tahu, apakah yang pertama kali dilakukan ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memasuki rumah dari bepergian? Makan, bersih-bersih badan, langsung mendatangi anak-anak atau istri, atau yang lainnya?

Rupanya, ketika ditanya, “Apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika akan memasuki rumah?”, Ummu ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq menjawab sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim, “Beliau bersiwak.”

Inilah teladan terbaik. Beliau hendak mengajarkan kepada umatnya, khususnya para suami dan bapak agar memberikan penampilan terbaik kepada istri atau anak-anak yang ditinggalkannya di rumah. Mereka yang menunggu dengan cinta berhak pula mendapatkan persembahan cinta.

Karenanya, beliau bersiwak untuk menghilangkan bau mulut dan menimbulkan wangi. Apalagi, setelah bepergian, tentu saja ada banyak pertanyaan dan perbincangan yang akan terjadi sebagaimana umumnya terjadi dalam sebuah keluarga.

Saking utamanya bersiwak (membersihkan mulut, menggosok gigi), Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah menyebutkan, “Jika tidak memberatkan umatku, pastilah aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan melaksanakan shalat.” (Hr. Imam al-Bukhari dan Muslim)

Selain bersiwak saat masuk ke dalam rumah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga senantiasa melakukannya ketika hendak tidur, bangun dari tidur, dan akan berwudhu.

- Advertisement -

“Rasulullah tidaklah berbaring untuk tidur-baik siang atau malam-, dan tidaklah bangun dari tidurnya kecuali akan bersiwak sebelum berwudhu.” (Hr Imam Ahmad bin Hanbal dan Abu Dawud dari Ummul Mukminin ‘Aisyah binti Abu Bakar)

Hendaknya hal ini menjadi perhatian kaum Muslimin. Jangan sampai tercium bau mulut yang mengganggu orang lain ketika berinteraksi. Apalagi, dalam setiap diri kaum Muslimin terdapat pula predikat seorang dai (penyeru kebaikan).

Dr Muhammad ‘Ali Hasyimi mengatakan, “Seorang Muslim yang sadar akan berkomitmen menjaga mulutnya, berkomitmen agar tidak keluar dari mulutnya bau tidak sedap.”

Caranya, lanjut beliau dalam Membentuk Kepribadian Muslim Ideal, “Mereka membersihkan gigi setiap hari dengan diwak, sikat gigi, dan pembersih lainnya.” Jika diperlukan, terangnya, “Dia juga rutin memeriksa giginya dan melakukan pemeriksaan ke dokter gigi, minimal sekali dalam setahun.” [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Inilah Ayat yang Membuat Umar Masuk Islam

Kemarahan Umar bin Khattab memuncak. Ia merasa agama baru telah membuat ajaran nenek moyangnya terinjak-injak. Maka ia ambil pedang, lalu pergi untuk mengakhiri apa...

Jenazah Utuh Thalhah bin Ubaidillah Saat Makamnya Dipindah

Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu gugur sebagai syahid pada Perang Jamal. 30 tahun kemudian, saat kaum muslimin memindahkan makamnya, mereka menyaksikan sebuah keajaiban. Jenazah...

Kisah Umar Marah kepada Abu Bakar Melebihi Marahnya kepada Utsman

Umar bin Khattab pernah marah kepada beberapa sahabat, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq. Saat itu Umar sedang berduka karena menantunya meninggal dunia sehingga putrinya...

Penasaran Hadits Ini, Istri-Istri Nabi Mengukur Panjang Tangannya

Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai beliau. Tak hanya ingin menemani beliau di dunia, para ummul mukminin juga ingin segera menyusul Rasulullah...