Dua Cara Meninggalkan Maksiat

Tiada kekuatan untuk melakukan berbagai amal ketaatan kecuali karena Allah Ta’ala. Tiada pula daya untuk menjauhi dan meninggalkan maksiat kecuali karena pertolongan dari Allah Ta’ala. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

- Advertisement -

Meninggalkan maksiat adalah salah satu pokok ketaqwaan selain melakukan perintah Allah Ta’ala. Sebagian ulama mengatakan, meninggalkan masiat jauh lebih berat daripada melakukan ketaatan. Apalagi, terkait melakukan ketaatan, manusia diperintah untuk mengerjakan sesuai kemampuan. Sedangkan manusia disuruh untuk meninggalkan segala jenis kemaksiatan tanpa terkecuali.

Di antara kiat meninggalkan maksiat adalah dua hal yang diungkap oleh Imam al-Ghazali yang dijelaskan oleh Habib Ali Zaenal Abidin al-Hamid dalam pengajian kitab Bidayatul Hidayah.

Bayangkanlah akibat buruk dari maksiat

Jalan-jalan menuju kemaksiatan adalah kenikmatan. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, ketika Allah Ta’ala menciptakan neraka yang dilengkapi dengan jalan-jalan menujunya, malaikat Jibril berkata, “Sungguh, aku khawatir tidak ada satu orang pun yang akan selamat darinya.”

Karenanya, lihatlah perbuatan maksiat dan dosa sebagai sesuatu yang kotor, keji, hina, dan menjijikkan. Bayangkan pula siksa dan kengerian yang kelak ditimpakan kepada pelaku maksiat di neraka.

Sebagai contoh, ketika tergoda untuk melihat yang haram, maka ingatlah sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa pandangan adalah satu di antara sekian banyaknya anak panah iblis. Relakah jika kita mata kita terkena anak panah? Apalagi anak panah iblis?

Sebagai kelanjutan dari riwayat ini, jika mampu menahan pandangan dari segala sesuatu yang haram, maka Allah Ta’ala akan memberikan kenikmatan iman ke dalam hati seorang hamba. Tidakkah kita tertarik dengan nikmat agung ini? Nikmat yang membuat hati kita berhasrat dengan surga dan berpaling dari neraka yang dipenuhi siksa.

Berdoalah kepada Allah Ta’ala

- Advertisement -

Doa adalah senjata. Doa bisa membolak-balikkan hati. Doa mampu mengubah takdir. Doa bisa mengubah seorang pendosa menjadi ahli ibadah dan ahli ilmu. Doa bisa mengubah orang kafir, fasiq, musyrik, dan munafiq menjadi orang Islam yang beriman dan berlaku ihsan.

Senantiasalah berdoa agar Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk berbuat taat dan mintalah agar Dia mencabut segala keinginan bermaksiat dari dalam diri.

Berdoalah agar Allah Ta’ala menjaga kita dari segala bisikan dan godaan setan yang terkutuk. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -