Bentuk Pengamalan dari Keyakinan terhadap Al Alim

Asmaul husna yang ke-19 adalah Al Alim. Apa makna Al Alim dan bagaimana bentuk pengamalan dari keyakinan terhadap Al Alim?

- Advertisement -

Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki 99 asmaul husna. Sebenarnya asmaul husna tidak terbatas 99, ada pula nama yang Allah simpan dan menjadi rahasia kecuali bagi hamba yang Dia berikan ilmu tentang nama itu. Di antara 99 asmaul husna itu, salah satunya adalah Al Alim.

Makna Al Alim

Al Alim (الْعَلِيمُ) artinya Maha Mengetahui. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik sebelum atau sesudah sesuatu itu ada. Allah mengetahui segala sesuatu baik materi maupun immateri. Baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Allah mengetahui segala yang di langit maupun di bumi. Juga mengetahui apa yang manusia pikirkan, apa yang ada dalam hati manusia, yang paling tersembunyi sekalipun.

قُلْ أَتُعَلِّمُونَ اللَّهَ بِدِينِكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌعَلِيمٌ

Katakanlah: “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?” (QS. Al Hujurat: 16)

Baca juga: Doa Iftitah Singkat

Bentuk Pengamalan Al Alim

- Advertisement -

Keyakinan terhadap Al Alim membuat kita menyadari bahwa segala yang kita lakukan selalu Allah ketahui. Mulai dari perkataan, perbuatan, bahkan niat kita. Allah mengetahui semuanya. Karenanya kita pun berbuat yang terbaik karena tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari-Nya.

وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Al Mulk: 13-14)

Kapan pun dan di mana pun kita berada, kita merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga kita akan selalu jujur dan bertanggungjawab. Berusaha untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

- Advertisement -

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (QS. Qaf: 16)

Baca juga: Bentuk Pengamalan Al Malik

Keyakinan terhadap Al Alim juga akan mendorong seorang muslim untuk selalu bertindak benar dan tidak mengkhianati amanah. Sehingga ia pun menjauhi perilaku korupsi dan merugikan orang lain. [Muchlisin BK/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -