8 Cara Membuka Pintu Rezeki Anjuran Rasulullah

Berupayalah untuk meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dalam seluruh aspek kehidupan. Begitu juga dalam soal mencari rezeki. Berikut ini kami nukil 9 cara membuka pintu rezeki sebagaimana dianjurkan oleh manusia paling mulia sejagad ini.

- Advertisement -

Cukupkan dengan yang halal, jauhi semua yang haram.

Dalam riwayat yang masyhur oleh Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala, ada seorang yang memanjatkan doa dengan khusuk di masjid. Akan tetapi, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengatakan bahwa doanya tidak diterima lantaran adanya barang haram di dalam diri dan yang melekat di badannya.

Jauhi semua syubhat.

Jika sebuah usaha meragukan dalam berbagai aspeknya, jangan coba didekati. Berharaplah keberkahan dengan bersikap hati-hati. Apalagi yang halal dan haram sudah sangat jelas. Siapa menjauhi syubhat, dia tergolong orang yang bersih agamanya. Sedangkan berdekat-dekatan dengan yang syubhat amat besar peluangnya untuk masuk ke dalam hal yang diharamkan.

Senantiasa berprasangka baik kepada Allah Ta’ala.

Yakinilah bahwa Allah Ta’ala Maha Memberi dan akan senantiasa mencukupi kebutuhan seluruh hamba-hamba-Nya. Yakinilah bahwa selama masih hidup, maka ada jatah rezeki yang disediakan oleh Allah Ta’ala kepadanya. Jangan izinkan prasangka buruk masuk ke dalam pikiran apalagi hati Anda.

- Advertisement -

Beriman dan bertaqwa kepada Allah Ta’ala.

Taqwa adalah jalan keluar atas seluruh persoalan yang dihadapi oleh seorang hamba. Allah Ta’ala akan melimpahkan rezeki kepada siapa pun yang benar taqwanya. Diberi dengan curahan. Berlimpah. Tanpa perhitungan. Rezeki itu akan didatangkan dengan segera, tanpa diminta sekalipun.

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Qs. ath-Thalaq [65]: 2-3)

Dalam konteks keluarga, kelompok masyarakat atau bangsa, Allah Ta’ala juga menjamin rezeki berupa kemakmuran di berbagai bidang kehidupan jika seluruh penduduknya beriman dan bertaqwa kepada Allah Ta’ala.

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. al-A’raf [7]: 96)

- Advertisement -

- Advertisement -

Terbaru

Inilah Ayat yang Membuat Umar Masuk Islam

Kemarahan Umar bin Khattab memuncak. Ia merasa agama baru telah membuat ajaran nenek moyangnya terinjak-injak. Maka ia ambil pedang, lalu pergi untuk mengakhiri apa...

Jenazah Utuh Thalhah bin Ubaidillah Saat Makamnya Dipindah

Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu gugur sebagai syahid pada Perang Jamal. 30 tahun kemudian, saat kaum muslimin memindahkan makamnya, mereka menyaksikan sebuah keajaiban. Jenazah...

Kisah Umar Marah kepada Abu Bakar Melebihi Marahnya kepada Utsman

Umar bin Khattab pernah marah kepada beberapa sahabat, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq. Saat itu Umar sedang berduka karena menantunya meninggal dunia sehingga putrinya...

Penasaran Hadits Ini, Istri-Istri Nabi Mengukur Panjang Tangannya

Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai beliau. Tak hanya ingin menemani beliau di dunia, para ummul mukminin juga ingin segera menyusul Rasulullah...