Yang Dilakukan Abu Dzar al-Ghifari hingga Kenyang dan Gemuk, Padahal Tidak Makan Selama 30 Hari

Ini sebuah kisah nyata yang dialami oleh Abu Dzarr al-Ghifari. Ketika awal masuk Islam, beliau berada di Makkah al-Mukarramah selama tiga puluh hari. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, Abu Dzarr tidak merasakan lapar atau haus. Padahal, selama itu pula sahabat yang merupakan pimpinan suku al-Ghifari ini tidak makan apa pun.

- Advertisement -

Inilah rahasianya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya tentang jenis makanan sang sahabat. Katanya jujur, “Tiada yang kumakan, selain air zam-zam.”

Meski hanya meminum air yang dikeluarkan dari sumur yang digali oleh Malaikat Jibril ini, kata Abu Dzarr sampaikan kesaksian, “Aku menjadi gemuk.” Lanjutnya sebagaimana dikisahkan oleh Salim A. Fillah dalam Lapis-lapis Keberkahan, “Sampai-sampai lipatan di perutku terlihat jelas. Dan aku sama sekali tak merasakan lapar di dalam lambungku.”

Masih banyak mukjizat air zam-zam yang pertama kali Allah Ta’ala rezekikan kepada Nabi Ismail di masa bayinya dengan Ummu Hajar. Di antaranya, masih merujuk dari buku yang sama, air zam-zam bisa berfungsi sebagaimana niat orang yang meminumnya.

“Manfaat air zam-zam tergantung kepada niat yang meminumnya. Jika kalian meminumnya karena menginginkan kesembuhan, niscaya Allah Ta’ala akan berikan kesehatan. Andai kalian meneguknya lantaran haus, maka Allah Ta’ala akan menghilangkan dahaga dengan kesegaran. Jika kalian mengonsumsinya untuk hilangkan lapar, maka Allah Ta’ala akan kurniakan rasa kenyang kepada kalian. Ini adalah galiannya Malaikat Jibril, dan merupakan minuman yang Allah Ta’ala turunkan bagi Ummu Hajar dan Nabi Ismail ‘Alaihis salam.”

Riwayat ini merupakan hadits shahih dari sahabat Jabir Radhiyallahu ‘anhu.

- Advertisement -

Inilah di antara mukjizat yang akan dirasakan oleh umat manusia hingga akhir zaman, khususnya bagi mereka yang bermukim atau berziarah ke Tanah Haram. Dengan izin Allah Ta’ala, sumur zam-zam senantiasa mengeluarkan air dalam jumlah yang melimpah.

Fenomena ini juga menjadi salah satu bukti Mahakuasa-Nya Allah Ta’ala. Apa saja yang Dia Kehendaki bisa terjadi. Hendaknya pula kita memahami, air zam-zam merupakan bukti adanya pertolongan dari Allah Ta’ala kepada siapa pun yang ikhlas dalam berdakwah di jalan-Nya. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Allah Bersumpah dengan Kuda Perang di Surat Al Adiyat?

Di awal Surat Al Adiyat, Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan menyebut kuda perang yang berlari kencang. Rangkaian sumpah ini ada di...

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.