4 Amalan dari Imam Ghazali, Kerjakan Antara Shubuh sampai Matahari Terbit (2)

0
ilustrasi

Lanjutan dari Wirid dari Imam Ghazali

Membaca al-Qur’an

Para ulama sepakat mengatakan bahwa al-Qur’an merupakan dzikir yang paling utama. Siapa yang membaca al-Qur’an berhak mendapatkan pahala berlipat-lipat kebaikan dari setiap hurufnya. Salah satu riwayat menyebutkan, satu huruf setara dengan sepuluh kebaikan. Sedangkan riwayat lain menerangkan, siapa yang membaca dengan benar akan disejajarkan dengan orang-orang shalih di surga, dan dua pahala bagi yang membacanya dengan terbata-bata.

Al-Qur’an merupakan kunci kebangkitan. Mendawamkannya adalah sumber kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat. Kelak, al-Qur’an akan hadir di Hari Kiamat sebagai syafa’at bagi siapa yang bersahabat dan berlama-lama berinteraksi dengan Kalam Suci ini.

Hendaknya kita memiliki wirid harian dari al-Qur’an al-Karim ini. Dimuai dari satu halaman perhari, satu lembar perhari, seperempat juz setiap hari, sampai tidak terhingga. Akan lebih baik jika mampu istiqamah satu juz setiap hari. Insya Allah, ini akan menjadi bekal bagi kehidupan kita di akhirar kelak.

Ingatlah, mereka yang tidak memiliki bacaan al-Qur’an di dalam dirinya tak ubahnya kuburan. Tanpa isi. Kosong. Menyeramkan. Dan sebaik-baik kaum Muslimin ialah yang belajar dan mengajarkan al-Qur’an al-Karim.

Berpikir

Terkait amalan terakhir ini, Imam al-Ghazali menuturkan, “Berpikirlah tentang dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah engkau kerjakan; tentang kelalaianmu dalam beribadah kepada Allah Ta’ala; tentang kecerobohanmu yang bersikap berani menantang siksa-Nya yang sangat pedih dan murka-Nya yang teramat dahsyat.”

Sudah berapa lama kita diberi karunia hidup beserta seluruh kenikmatan di dalamnya? Berapa persen yang digunakan dalam rangka ibadah kepada Allah Ta’ala? Apakah ibadah lebih banyak atau dosa yang lebih dominan?

Inilah waktunya untuk berpikir; kelak, dimanakah posisi kita? Adakah di surga bersama para Nabi, syuhada’, shiddiqin, dan orang-orang shalih? Ataukah bersama musyrikin, munafiqin, dan kafirin di dalam neraka yang amat pedih siksanya?

Tak ada waktu lagi untuk bersenang-senang. Dunia menjauh. Akhirat mendekat. Adakah kita sudah siap jika sedetik setelah selesai membaca tulisan ini, malaikat Izrail ‘alaihis salam bertamu dan mencabut nyawa dari jasad kita?

Siapkah kita dengan Munkar dan Nakir yang menginterogasi di dalam kubur? Adakah jawaban yang sudah kita siapkan atas seluruh ulah dan perbuatan kita saat di dunia?

Ya Allah, ampuni kami. Aamiin.

Walahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Buku Bidayatul Hidayah bisa dipesan di 085691469667

Berita sebelumya4 Amalan dari Imam Ghazali, Kerjakan Antara Shubuh sampai Matahari Terbit
Berita berikutnyaInspirasi Bisnis dari Kisah Nabi Musa ‘Alaihis salam