Wahai Malaikat Maut, Cabutlah Nyawaku Sekarang Juga!

Laki-laki surga ini terlahir dari seorang ayah yang kafir. Bukan hanya mengingkari Allah Ta’ala, ayahnya adalah pembuat sesembahan untuk dijadikan tuhan oleh kaumnya kala itu. Ketika sang anak tumbuh dewasa dan mendakwahkan tauhid, si ayah justru menolak dan mengancam akan membunuhnya.

- Advertisement -

Atas kekuatan dari Allah Ta’ala, laki-laki surga ini tak surut semangat dakwahnya. Bahkan, ia menjadi satu-satunya sosok yang berani melawan raja kafir kala itu. Empat ratus tahun berkuasa, si raja pun sombong hingga mendaku dirinya sebagai tuhan. Konyol, ia mengaku bisa menghidupkan dengan membiarkan hidup dan mematikan dengan membunuh siapa yang menentangnya.

Tapi, laki-laki ini tak goyah. Dengan hujjahnya yang monumental, ia mematahkan semua logika konyol si raja. Di antara tantangan yang disampaikan oleh si laki-laki surgawi ini kepada raja zhalim kala itu, “Mampukan kau mengubah matahari agar terbit dari arah barat?” Di tahap ini, si raja terdiam tanpa secuil pun jawab. Kalah telak.

Selanjutnya, laki-laki yang kelak melahirkan banyak keturunan yang juga menjadi Nabi ini, diancam bunuh oleh si raza zhalim. Bukan main, ancaman bagi si laki-laki adalah lautan api. Dikumpulkan banyak kayu kering hingga menggunung, di tengahnya diberi singgasana untuk mengikat si lelaki, lalu dipantik dengan api, hingga menjadi lautan yang amat panas.

Tapi, kuasa Allah Ta’ala di atas segala kuasa makhluk-Nya. Api itu menjadi sejuk dan menyelamatkan bagi si laki-laki. Ajal si lelaki surgawi ini, bukan di tangan raja zhalim, tapi sesuai dengan kuasa Allah Ta’ala. Dan, amat membuat kita iri.

Datanglah Malaikat Maut kepada lelaki ini. Lepas menjawab salam dari malaikat, si lelaki berkata, “Wahai Malaikat Maut, sampaikan kepada Allah; adakah seorang kekasih tega menyakiti kesayangannya?”

Mahasuci Allah, dan Dia Mahatahu, Malaikat Maut pun kembali ke langit untuk menyampaikan titipan sang lelaki. Sesampainya di langit, Allah Ta’ala berfirman kepada Malaikat Maut, “Katakan kepada Ibrahim; apakah ada kekasih yang enggan berjumpa dengan yang Dicintainya?”

- Advertisement -

Lepas mendengar Firman Tuhannya, laki-laki surgawi yang tak lain adalah Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam berkata, “Wahai Malaikat Maut, cabutlah nyawaku sekarang juga!” [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Inilah Ayat yang Membuat Umar Masuk Islam

Kemarahan Umar bin Khattab memuncak. Ia merasa agama baru telah membuat ajaran nenek moyangnya terinjak-injak. Maka ia ambil pedang, lalu pergi untuk mengakhiri apa...

Jenazah Utuh Thalhah bin Ubaidillah Saat Makamnya Dipindah

Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu gugur sebagai syahid pada Perang Jamal. 30 tahun kemudian, saat kaum muslimin memindahkan makamnya, mereka menyaksikan sebuah keajaiban. Jenazah...

Kisah Umar Marah kepada Abu Bakar Melebihi Marahnya kepada Utsman

Umar bin Khattab pernah marah kepada beberapa sahabat, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq. Saat itu Umar sedang berduka karena menantunya meninggal dunia sehingga putrinya...

Penasaran Hadits Ini, Istri-Istri Nabi Mengukur Panjang Tangannya

Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai beliau. Tak hanya ingin menemani beliau di dunia, para ummul mukminin juga ingin segera menyusul Rasulullah...