Empat Golongan Manusia Menurut Janji Nabi

2

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi memprediksi-dan prediksi beliau tak pernah meleset-bahwa manusia akan terbagi dalam empat golongan. Golongan pertama dan kedua dijanjikan akan selamat, sedangkan golongan ketiga dan keempat merupakan kelompok yang celaka di dunia dan akhirat.

Kepada golongan pertama, Allah Ta’ala menjadikan mereka sosok yang berilmu dan hartanya melimpah. Alhasil, harta yang dikurniakan kepadanya ini dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keperluan perjuangan dan dakwah di jalan Allah Ta’ala.

“Mereka inilah,” janji Nabi dalam riwayat tersebut, “merupakan sebaik-baik hamba.”

Serupa dengan golongan pertama yang beroleh keselamatan dan diganjari pahala serta derajat nan tinggi, adalah sosok di golongan kedua yang memiliki ilmu, tapi harta tidak diberikan kepadanya. Lantaran ilmunya, sang hamba di golongan kedua ini bercita-cita, “Ya Allah, jika Engkau memberikan aku anugerah harta sebagaimana saudaraku (yang diberi ilmu dan harta), maka aku akan menafkahkan harta itu di jalan kebajikan, sebagaimana yang dia lakukan.”

Miskin, tapi punyai ilmu. Alhasil, ia mengetahui hakikat hidup dan memiliki cita-cita yang agung. Persis seperti orang yang hanya memiliki satu juta untuk infaq, lalu dia merintih dalam doanya, “Ya Allah, jika aku diberik rezeki dari-Mu senilai satu milyar, maka aku akan menafkahkan di jalan-Mu senilai ratusan juta.”

Kepada kedua golongan ini, Nabi bersabda, “Kedua hamba ini, pahalanya sama.” Betapa bahagianya.

Lantas, siapakah golongan ketiga dan keempat yang dijamin celaka?

Golongan ketiga adalah mereka yang punyai perbendaharaan dunia, tetapi tidak memiliki ilmu. Alhasil, yang dikerjakannya adalah maksiat dan dosa dengan hartanya itu. Bahkan, mereka mengajak, membiayai, dan memberikan segala macam fasilitas bagi siapa yang mau menjadi pengikutnya di jalan keburukan dan gelimang dosa. Golongan ketiga ini, disebut oleh Rasulullah sebabagai seburuk-buruknya hamba.

Nah, lantaran tak miliki ilmu pula, padahal sosoknya miskin harta, golongan keempat ini jauh lebih konyol. Sebab, ia berdoa, “Ya Allah, jika Engkau kurniakan aku harta sebagaimana saudaraku (yang berharta dan tidak berilmu hingga bermaksiat), maka aku akan berbuat maksiat sebagaimana yang dikerjakannya.”

Celaka. Celaka. Celaka. “Kedua hamba ini (golongan ketiga dan keempat),” ujar Nabi menutup sabdanya, “timbangannya sama.”

Semoga kita menjadi yang layak berbaris dalam golongan pertama atau kedua. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaWahai Malaikat Maut, Cabutlah Nyawaku Sekarang Juga!
Berita berikutnyaMengapa Setan Berlari Saat Adzan Berkumandang?

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.