Sunnah yang Terlupakan

Di antara komitmen kemusliman yang harus senantiasa kita junjung dan perjuangkan adalah mengamalkan perbuatan-perbuatan yang disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Sayangnya amalan sunnah  terkesan terbatas hanya pada ibadah-ibadah ritual dalam kaitannya hubungan seorang hamba dengan Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Padahal, sunnah amatlah luas. Perbuatan sunnah juga diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dalam interaksi antara sesama manusia. Banyak kaum Muslimin yang melupakan sunnah jenis ini. Padahal ganjarannya sangat mulia.

“Barang siapa berbuat baik kepada kalian, maka balaslah. Jika tidak bisa, maka berdoalah untuknya agar kalian menganggap bahwa kalian telah membalasnya.”

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam ini diriwayatkan dari sahabat mulia Abdullah bin Umar oleh Imam an-Nasa’i dan Imam Abu Daud Rahimahumallahu Ta’ala.

Membelas kebaikan. Betapa kita sering melupakannya. Betapa kita bersikap lalai dan acuh akan sunnah mulia yang satu ini. Sering menganggap remeh, bahkan tak jarang menghinanya. Kita benar-benar telah terasuki berjenis-jenis pemahaman liberal yang merusak logika dan nurani.

Kita juga jarang membalas kebaikan yang diberikan karena bersikap minder. Karena pemberian orang terlalu berharga, sedangkan kita tak memiliki barang semewah itu. Atau, kita miskin dan segan membalas kebaikan karena si pemberi merupakan orang terkaya hingga tak membutuhkan balasan yang berasal dari diri kita.

Jika hal ini yang terjadi, kembalilah kepada hadits di atas. Membalas kebaikan tidak selalu dengan memberikan barang serupa atau yang lebih baik, meski ini dianjurkan. Tetaplah membalas kebaikan orang lain dengan mendoakan mereka. Sebab semua orang membutuhkan doa. Sebab doa adalah lambang ketulusan. Doa juga bisa langsung dikabulkan jika dipanjatkan dengan sepenuh hati dan harap kepada Allah Ta’ala semata.

- Advertisement -

Hendaknya kita membiasakan hal ini. Lihatlah ke sekeliling. Cermatilah orang-orang yang berinteraksi dengan kita, dari pihak kelurga dan tetangga; yang dekat atau jauh. Jika ada di antara mereka yang pernah memberikan sesuatu dan kita belum pernah membalasnya, segeralah ukir namanya dalam doa-doa yang kita panjatkan.

Doakan kebaikan. Doakan agar mereka senantiasa berada dalam limpahan keberkahan dari Allah Ta’ala. Terutama kepada para guru yang telah memberikan banyak ilmunya kepada kita.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Inilah Ayat yang Membuat Umar Masuk Islam

Kemarahan Umar bin Khattab memuncak. Ia merasa agama baru telah membuat ajaran nenek moyangnya terinjak-injak. Maka ia ambil pedang, lalu pergi untuk mengakhiri apa...

Jenazah Utuh Thalhah bin Ubaidillah Saat Makamnya Dipindah

Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu gugur sebagai syahid pada Perang Jamal. 30 tahun kemudian, saat kaum muslimin memindahkan makamnya, mereka menyaksikan sebuah keajaiban. Jenazah...

Kisah Umar Marah kepada Abu Bakar Melebihi Marahnya kepada Utsman

Umar bin Khattab pernah marah kepada beberapa sahabat, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq. Saat itu Umar sedang berduka karena menantunya meninggal dunia sehingga putrinya...

Penasaran Hadits Ini, Istri-Istri Nabi Mengukur Panjang Tangannya

Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai beliau. Tak hanya ingin menemani beliau di dunia, para ummul mukminin juga ingin segera menyusul Rasulullah...