Dijanjikan Kasur dan Selimut dari Api, Tapi Jumlah Golongan Ini Makin Banyak

Kepada dua golongan ini, Allah Ta’ala tidak akan membukakan pintu langit. Amal dan ruhnya tertolak. Tidak diizinkan naik ke tempat yang suci. Mereka juga berhak mendapatkan fasilitas kasur dan selimut. Bukan dari busa yang empuk, tapi kasur dan selimut yang terbuat dari api.

- Advertisement -

Mereka diharamkan masuk ke dalam surga sampai unta masuk ke dalam lubang jarum!

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.”

Dua golongan ini adalah mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah Ta’ala dan bersikap sombong. Ialah menolak kebenaran lantaran bisikan nafsu jahatnya.

“Pintu-pintu langit tidak dibuka untuk amal dan ruh mereka.” tutur Imam Ibnu Juraij sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.

Lantaran amal dan ruhnya tidak diterima, mereka pun diharamkan masuk ke dalam surga. Allah Ta’ala menggunakan perumpamaan yang sangat indah dengan unta yang mustahil masuk ke dalam lubang jarum.

Bukankah ini merupakan kemustahilan yang amat mustahil? Bukankah Allah Ta’ala Mahabenar perkataan dan perumpamaannya?

- Advertisement -

Bukan hanya itu, masih ada bonus bagi dua golongan ini.

“Mereka memiliki tikar tidur dari neraka”

Inilah alas tidurnya. Inilah tikarnya. Inilah kasurnya. Boro-boro empuk, bahan dasarnya saja api. Bukan sekadar api, melainkan api neraka dengan panas ribuan hinga jutaan kali panas di dunia.

“Dan di atas mereka ada selimut.”

Bukan hanya panas di bawah, di alas. Tapi juga panas di atas. Bahkan jika dipahami sebagai makna selimut, ia bukan hanya di atas, melainkan melingkupi, menutupi dan membungkus di sekujur tubuh.

- Advertisement -

Yang demikian ini merupakan penjelasan Imam Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi, Imam adh-Dhahhak bin Muzahim, dan Imam as-Suddi.

“Demikianlah kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zhalim.” (Qs. al-A’raf 7]: 41)

Itulah upahnya. Itulah buahnya. Itulah harganya. Itulah hadiahnya. Siapa saja yang mendustakan dan sombong menyikapi ayat-ayat Allah Ta’ala, mereka itulah kelompok yang zhalim.

Na’udzubillahi min dzalik.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Pesan terjemah Tafsir Ibnu Katsir di 085691479667

 

- Advertisement -

Terbaru

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.

4 Keutamaan Wudhu yang Mencengangkan

Karena sering dilakukan, kadang wudhu dianggap biasa saja dan disepelekan. Padahal, keutamaan wudhu itu luar biasa. Wudhu adalah cara...