Sengsara di Dunia, Sangat Bahagia di Akhirat

Allah Ta’ala menaqdirkan di antara hamba-hamba-Nya yang hidup sengsara di dunia. Mereka mendapatkan ujian yang dahsyat berupa kekurangan harta dan makanan, ditinggalkan oleh istri dan anak-anak, dimusuhi oleh banyak kalangan di muka bumi, dan kesusahan-kesusahan lainnya.

- Advertisement -

Semua itu hanya berfungsi sebagai ujian, bukan hukuman. Sebab kesudahannya, mereka berhak atas bahagia di akhirat. Sangat bahagia.

Siapakah mereka?

Mereka adalah orang-orang yang disebut dalam firman Allah Ta’ala surat Ali ‘Imran [3] ayat 200.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”

Mereka adalah orang-orang yang benar imannya kepada Allah Ta’ala. Mereka bersabar untuk senantiasa berada di dalam Islam hingga ajal menjemput. Sabar saat susah maupun senang, ketika lapang maupun sempit, tatkala bahagia maupun berduka.

Ketika menafsirkan ayat ini, Sayyid Quthb menyebutkan cabang sabar yang amat banyak dan luas serta menyeluruh. Katanya, “Mereka bersabar terhadap hawa nafsu dan keinginan-keinginannya, bersabar terhadap kelemahan dan kekurangan diri sendiri,  bersabar dari ketergesa-gesaannya, sabar terhadap hawa nafsu orang lain, kejenuhan dan kebosanannya, kebodohan mereka, pola pikirnya yang buruk, penyelewengannya, kesombongan, egoisme, keterpedayaan, ketidakkonsistenan ucapan, sifat tergesa-gesa dalam mendapatkan hasil (perjuangan), semaraknya pelanggaran, seramnya keburukan, dominannya syahwat, dan maraknya tipuan serta kesombongan.”

- Advertisement -

Perintah ini tidak berhenti pada anjuran untuk bersabar, tapi dilanjutkan untuk senantiasa berada dalam siaga di medan pertahanan sabar. Ialah melakukan ribath hingga akhir kehidupan, hingga berkalang tanah atau mendapatkan kemenangan yang gilang gemilang.

Jalan sabar ini tidak mudah. Jika hanya secuil orang yang melaluinya, maka semakin sedikit individu yang benar-benar selesai sampai tujuan akhir.

Di akhir ayat, Allah Ta’ala memberikan jaminan, siapa yang bersabar dengan beragam ujian hidup dan perjuangan sebagai seorang Muslim yang mukmin, Allah Ta’ala sediakan baginya keberuntungan. Ialah beruntung di dunia berupa hidup mulia dan keberuntungan di akhirat berupa surga yang abadi.

Jika Anda berada dalam golongan ini, bersabarlah. Apa pun ujiannya. Dengan sabar yang panjang, insya Allah Anda berhak mendapatkan nikmat dan kemenangan. Aamiin Ya Rabb.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -