Saat Orang Ini Wafat, Allah Ta’ala Tersenyum dan ‘Arsy Pun Bergetar

Dalam perang Khandaq memang tidak terjadi pertarungan fisik antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir Quraisy. Allah Ta’ala memenangkan kaum Muslimin dengan mengirimkan badai pasir. Namun, ada satu kisah agung yang dialami oleh salah satu sahabat yang syahid di perang yang strateginya diusulkan oleh Salman al-Farisi ini.

- Advertisement -

Ialah seorang sahabat. Baju perangnya kekecilan hingga ada bagian lengannya yang terbuka. Ketika berjaga, ia terkena panah di lengan. Lukanya parah. Syahid.

Mengetahui kesyahidan salah satu sahabatnya ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Anakmu adalah orang pertama yang Allah Ta’ala tersenyum kepadanya, serta bergetar ‘Arsy untuknya.”

Laki-laki surga ini merupakan anak dari sepasang suami-istri surgawi. Ibunya bernama Kabsyah binti Rafi’, sedangkan ayahnya bernama Mu’adz bin Nu’man. Sang ibu merupakan wanita anshar yang menyambut seruan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pertama kali. Ia dan beberapa muslimah lainnya menjadi yang pertama dalam berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dari pasangan suami-istri ini lahirlah anak-anak yang menjadi pejuang di jalan Allah Ta’ala. Anak yang pertama menjemput syahid ialah Amru bin Mu’adz. Surga terjamin baginya karena gugur sebagai syuhada’ di medan jihad Uhud.

Tatkala Kabsyah mencari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk memastikan keselamatan junjungannya itu, sosok termulia sepanjang zaman ini berkata, “Hai Ummu Sa’ad, ada kabar gembira. Sampaikan kabar gembira ini kepada seluruh keluarga mereka.”

“Bagi yang gugur,” lanjut Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “semuanya masuk surga.” Sedangkan bagi yang ditinggalkan, “Anggota keluarga yang ditinggalkan berhak mendapatkan syafaat.”

- Advertisement -

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga memanjatkan doa, “Ya Allah, hilangkanlah kesedihan di hati mereka, lenyapkanlah musibah mereka, dan berikanlah ganti terbaik bagi mereka yang ditinggalkan.”

Dalam perang Khandaq, Muslimah surgawi ini pun memberikan kontribusi yang mengagumkan. Beliau bersama Ummul Mukminin ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq di benteng Bani Haritsah. Saat salah satu anaknya hendak berpamit menjaga parit, Ummul Mukminin melihat, baju besi anak Kabsyah ini kekecilan. Ada bagian tubuh yang terbuka karenanya.

Namun, sang bunda tetap memberikan izin kepada anaknya untuk bergegas, agar tidak terlambat. Hingga sebusur panah beracun mengenai lengan si anak. Lukanya parah, ajal pun menjemputnya. Saat bundanya menangis sedih, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Apakah tidak cukup mengeringankan air matamu dan menghilangkan kesedihanmu; anakmu adalah orang pertama yang Allah Ta’ala tersenyum kepadanya, serta ‘Arsy bergetar untuknya.”

Sang anak yang syahid dalam medan Khandaq ini adalah saudara Amr yang bernama Sa’ad bin Mu’adz Radhiyallahu ‘anhum.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...