Rahasia Rezeki yang Jarang Disadari

Satu di antara sebab galaunya seseorang dalam menjalani hidup ialah ketidakmampuannya untuk menyadari rahasia di balik konsep rezeki. Padahal, andai sadar, hampir setiap jenak, setiap manusia mengalami keajaiban rezeki. Baik besar atau kecil, sengaja atau tidak sengaja; dari berbagai macam jalan dan cerita.

- Advertisement -

***

Satu pekan terakhir, motor belum sempat dicuci ke tempat penyucian motor. Karena sibuk. Banyak kegiatan yang harus dilakukan di luar rumah dan tidak memungkinkan untuk menaruh motor di tempat cucian.

Lantaran tampilan sudah teramat dekil, hampir setiap ada kesempatan, saya selalu mampir ke tempat cuci langganan. Tapi, setiap kali datang, ada saja kisahnya; tutup, sedang ngisi air, atau alasan lain.

Ketika motor dipakai anak untuk jalan, saya juga mengingatkan agar mampir ke steam, jika memang ada kesempatan. Tapi, kisahnya serupa; tutup, antri terlalu panjang, lupa, atau tidak sempat karena padatnya kegiatan.

Sampai dua pekan setelah itu, di hari Jum’at pagi, saya benar-benar berniat mengantarkan motor ke tempat steam motor. Niatnya sembari membaca buku atua berdzikir sampai masuknya wkatu shalat Jum’at.

Saya memacu motor ke tempat cuci langganan. Di tengah jalan terpikir, “Jangan-jangan belum buka karena baru jam 7.” Lalu, rencana saya ubah; di mana pun ketemu tempat cuci, mampir saja.

- Advertisement -

Tak lama setelah itu, di kanan jalan terbaca tulisan ‘steam motor’ dengan papan yang amat sederhana. Saya hentikan motor, melihat ke arah pintu gerbang yang terbuka setengah.

“Steam bisa, Bang?” ujar saya agak berteriak.

Laki-laki yang tengah mencuci motor sepagi itu mengangguk, sambil tersenyum.

***

Motor yang dicuci oleh lelaki yang baru tamat sekolah menengah kejuruan di Sumatera itu merupakan konsumen pertama pagi itu. Ibu-ibu. “Saya sengaja datang ke sini pagi-pagi. Sebelum ini buka. Karena bersih.” ujar wanita berkerudung kepada saya, tanpa diminta.

- Advertisement -

Tak lama setelah itu, motor si ibu kelar. Bersih. Wangi. Mengkilap.

Motor saya pun mengambil giliran. Saya menunggu dengan baca-baca, komat-kamit, sarapan, dan sesekali merebahkan badan.

Sesaat sebelum kelar, saya mendatangi sang pencuci. Tuturnya, “Ini baru satu pekan, Mas. Saya dari Lampung. Ikut Om. Sembari mendapatkan pekerjaan, saya disuruh buka usaha steam dulu.”

***

Apakah kawan-kawan melihat kejadian ini biasa-biasa saja? Jika ‘ya’, artinya teman-teman belum memahami rahasia rezeki yang saban hari kita alami. Wajar jika, rezeki kawan-kawan masih biasa-biasa saja. Jika pun banyak, mungkin akan senantiasa merasa kekurangan lantaran tidak memahami rahasia ini.

Mengapa saya dan anak-anak urung mencucui motor sampai dua pekan? Bukankah mudah bagi Allah Ta’ala untuk menggerakkan hati dan badan kami?

Mengapa setiap mendatangi tempat cuci motor langganan selalu ada kisah? Tutup, ngisi air, antre panjang? Siapa yang Mengatur semuanya?

Siapa yang menggerakkan hati, pikiran, dan anggota badan saya hingga menuju tempat steam motor yang baru sepekan beroperasi?

Siapa yang memberi jatah rezeki sepuluh ribu melalui saya di pagi itu kepada anak muda penuh semangat asal Lampung tersebut?

Sungguh, tiada satu pun huruf ini terketik, kecuali atas kuasa Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...