Rahasia Di Balik Perintah Menjilati Jari Seusai Makan

Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan sebuah amalan, kecuali terkandung pahala yang banyak, hikmah yang agung, dan manfaat tiada banding di dalamnya. Dahulu, para sahabat Nabi meyakini hal ini. Sehingga, mereka tidak membutuhkan alasan berupa bukti atas apa yang diperintahkan oleh Rasulullah.

- Advertisement -

Seiring berjalannya masa, saat budaya meneliti semakin marak, kita pun dibuat tercengang setelah mengetahui di antara rahasia di balik sunnah. Tentunya, hal ini bisa kita jadikan sebagai penambah semangat dalam menjalankan sunnah, meskipun niat utamanya tetaplah meneladani Nabi sebagai salah satu bukti cinta kepadanya.

“Jika salah seorang di antara kalian usai makan,” demikian sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi, “hendaklah dia menjilati jari jemarinya.”

“Karena,” ungkap Nabi sampaikan rahasia, “ia tidak tahu di mana letak keberkahan di antara makanan-makanan itu.”

Inilah di antara sunnah yang sering ditinggalkan. Ada begitu banyak dalih yang disampaikan. Apalagi, menjilati jemari selepas makan (tidak menyisakan makanan) dipersepsikan sebagai tindakan kampungan, menjijikkan, dan rakus. Padahal, di dalam amalan nan sederhana itu terdapat rahasia yang amat agung.

Menjelaskan hadits ini, Imam an-Nawawi  menuturkan, “Di antara makanan yang direzekikan kepada orang-orang beriman, Allah Ta’ala berikan keberkahan di dalamnya. Akan tetapi, mereka tidak mengetahui di mana letaknya.”

Beliau melanjutkan, keberkahan dalam sebuah makanan bisajadi berada dalam makanan yang sedang dikunyah, atau yang sudah ditelan dan masuk ke dalam lambung, atau yang masih berada di wadah makanan, bahkan amat mungkin berada di sebutir makanan yang terjatuh lantaran satu dan lain hal.

- Advertisement -

“Karena itulah,” jelas Imam an-Nawawi, “Rasulullah memerintahkan agar kita menjaga kesemuanya, sebab di dalamnya terdapat manfaat bagi badan dan kesehatan, keselamatan dari racun dan bahaya, serta kekuatan untuk berbuat taak kepada Allah Ta’ala dan daya untuk mengindar dari segala jenis perbuatan dosa.”

Alangkah menakjubkannya rahasia ini. Sebuah amalan kecil bermanfaat agung yang sering diremehkan. Andai kita mau menundukkan ego dan berupaya mempraktikkannya dalam keseharian dengan tidak menyia-nyiakan makanan, bisajadi dari sanalah timbul keberkahan yang amat banyak dan melimpah. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Inilah Ayat yang Membuat Umar Masuk Islam

Kemarahan Umar bin Khattab memuncak. Ia merasa agama baru telah membuat ajaran nenek moyangnya terinjak-injak. Maka ia ambil pedang, lalu pergi untuk mengakhiri apa...

Jenazah Utuh Thalhah bin Ubaidillah Saat Makamnya Dipindah

Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu gugur sebagai syahid pada Perang Jamal. 30 tahun kemudian, saat kaum muslimin memindahkan makamnya, mereka menyaksikan sebuah keajaiban. Jenazah...

Kisah Umar Marah kepada Abu Bakar Melebihi Marahnya kepada Utsman

Umar bin Khattab pernah marah kepada beberapa sahabat, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq. Saat itu Umar sedang berduka karena menantunya meninggal dunia sehingga putrinya...

Penasaran Hadits Ini, Istri-Istri Nabi Mengukur Panjang Tangannya

Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai beliau. Tak hanya ingin menemani beliau di dunia, para ummul mukminin juga ingin segera menyusul Rasulullah...