Tuan, Jangan-jangan Anda Pemimpin Terburuk berdasarkan Hadits Ini?

0
ilustrasi. sumber: www.youtube.com

Tuan, Nabi kita pernah berwasiat, setiap diri adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Kita, jika menilik kepada sabda mulia tersebut, adalah pemimpin atas diri yang bertugas mendidik seluruh potensi agar masuk ke dalam surga dan terbebas dari siksa api neraka.

Setelahnya, Tuan dan sebagian kita adalah pemimpin bagi keluarga. Tugasnya sama, mendidik seluruh anggota keluarga agar senantiasa melakukan perintah Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Biasanya dirumuskan dengan taqwa. Garis haluannya; menjaga diri dan keluarga dari dahsyatnya api neraka.

Bisakah kita, Tuan? Sementara anak-anak kita mendapati ujian yang berat berupa godaan-godaan untuk melakuakn perbuatan sia-sia, kesesatan, dan aneka jenis perbuatan dosa lainnya? Duh, Tuan, rasanya tak mampu jika harus menambah amanah kepemimpinan, jika diri dan keluarga diri saja belum terjamin akan terselamatkan.

Barulah setelah itu, dan bersamaan dengan dua amanah kepemimpinan asasi sebelumnya, Tuan dan sebagian kita mengambil amanah kepemimpinan lain yang lebih besar di berbagai levelnya. Ada yang tepat di bawah Tuan sebagai Menteri, para anggota dewan yang terhormat, pemimpin di tingkat provinsi, kota, kabupaten, kecamatan, desa hingga rukun warga dan rukun tetangga.

Tuan, terimakasih atas kesediaan Tuan menanggung beban berat memimpin kami. Terimakasih karena Tuan telah memilih menjadi yang terdepan, kelak untuk menghalangi kami dari siksa neraka. Terimakasih karena Tuan telah menjadi yang terdepan dalam memimpin kami menuju surga. Terimakasih, Tuan.

Akan tetapi, Tuan dan siapa pun yang mengurusi hajat hidup orang banyak. Dimana amanah tersebut hanya mampu dikerjakan oleh orang tertentu, tidak semua orang bisa, ada hal-hal yang harus senantiasa Tuan pikirkan baik-baik.

Begini Tuan, ada sebuah petuah Nabi (lagi) tentang kepemimpinan. Di dalam riwayat singkat oleh Imam Muslim Rahimahullah dari sahabat mulia Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, baginda Nabi yang merupakan sebaik-baiknya pemimpin di muka bumi ini memberikan nasihat tentang ciri pemimpin terbaik dan pemimpin yang paling buruk.

Pemimpin terbaik, meneruskan petuah sang Nabi, ialah Tuan yang dicintai rakyat dan rakyat pun mencintai Tuan, ialah Tuan yang mendoakan rakyat dan rakyat pun mendoakan Tuan. Adakah Tuan merasakan hal ini? Sudah bertanya kepada dua ratus jutaan rakyat yang Tuan pimpin?

Jangan-jangan, Tuan termasuk yang membenci rakyat dan rakyat pun membenci Tuan, melaknat rakyat dan rakyat pun mencaci dan menghina Tuan.

Tuan, menepilah sejenak. Pikirkanlah makna hadits ini baik-baik.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaJika Pernah Alami Ini, Hidup Anda Diberkahi
Berita berikutnyaOrang yang Dicela Allah