Jangan Ngaku Muslim Sejati Sebelum Tahu 16 Nama al-Qur’an Ini! (2)

Lanjutan dari Jangan Ngaku Muslim Sejati Sebelum Tahu 16 Nama al-Qur’an Ini!

Nadzir (Pembawa Peringatan)

Al-Qur’an membawa peringatan untuk kaum Muslimin dan umat manusia. Mengingatkan tentang akhirat yang selamanya dan dunia yang amat sementara. Juga memberi peringatan, bahwa semua amal akan dipertanggungjawabkan, kelak di Hari Pembalasan.

- Advertisement -

“Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan. Tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan.” (Qs. Fushshilat [41]: 3-4)

At-Tanzil (Yang Diturunkan)

Al-Qur’an disebut sebagai at-Tanzil karena diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam melalui perantara malaikat Jibril ‘Alaihis salam. Nama ini sekaligus menjadi bukti bahwa al-Qur’an bukanlah karangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Selain beliau tidak bisa membaca dan menulis, di dalam al-Qur’an ada banyak ayat dimana Nabi tak bisa berbuat apa-apa sebelum turunnya wahyu dari Allah Ta’ala. Misalnya dalam peritiwa Perang Tabuk, Haditsul Ifki, termasuk teguran Allah Ta’ala dalam surat ‘Abasa.

“Dan sesungguhnya al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam.” (Qs. asy-Syu’ara’ [26]: 192)

Nur (Cahaya)

Al-Qur’an merupakan sumber cahaya. Ialah ilmu yang mengantarkan manusia dari gelap kebodohan menuju terang berpengetahuan. Al-Qur’an juga menjadi spirit bagi kaum Muslimin lintas generasi yang menjadi penemu di berbagai bidang keilmuan. Seperti al-Khawarizmi yang menemukan angka nol, al-Battani yang pertama kali mengenalkan istilah sinus, kosinus, dan tangen, Ibnu Sina yang menjadi pelopor di bidang kedokteran, dan lain sebagainya.

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (al-Qur’an).” (Qs. an-Nisa’ [4]: 174)

Mubarak (Yang Diberkahi)

- Advertisement -

Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan. Disebutkan dalam sebuah hadits shahih oleh Imam al-Bukhari, ada seorang sahabat yang sedang mmebaca al-Qur’an, lalu kudanya berjingkrak-jingkrak. Saat berhenti membaca, kudanya diam. Pagi harinya, dia berkisah kepada Nabi. Oleh Nabi diberikan jawaban, bahwa kuda tersebut melihat malaikat yang turun karena bacaan al-Qur’an sahabatnya itu.

Makna ini pula yang menjadi dalil bagi kaum Muslimin yang senantiasa mengawali banyak aktivitas dengan membaca al-Qur’an, agar Allah Ta’ala menurunkan berkah-Nya.

“Dan ini (al-Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara shalatnya.” (Qs. al-An’am [6]: 92)

Bersambung ke Jangan Ngaku Muslim Sejati Sebelum Tahu 16 Nama al-Qur’an Ini! (3)

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -