Mengapa Setan Bersedih Ketika Orang Beriman Tidur?

Orang-orang beriman yang memiliki ilmu jauh lebih ditakuti oleh setan di banding orang yang ahli ibadah tanpa ilmu. Maka, ibadahnya orang-orang yang bodoh tidak lebih ditakuti oleh setan di banding aktivitas-aktivitas orang-orang beriman. Bahkan, sandal dan ‘bau’nya orang beriman jauh lebih ditakuti dan dikenali oleh setan.

- Advertisement -

“Setan,” tulis Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi, “bersedih ketika orang-orang beriman sedang tidur.”

Inilah di antara keutamaan orang yang memiliki iman di dalam hatinya, mengucapkan kalimat iman dengan lisannya, dan mengamalkan pekerjaan-pekerjaan iman dengan anggota badannya. Lantaran benarnya pemahaman itu, setan pun bersedih ketika mereka sedang tertidur.

Mengapa berlaku hal ini? Bukankah orang yang tidur tidak sdarkan diri? Bukankah melalui sabdanya, Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam mengelompokkan orang yang tidur bersama dengan orang gila dan anak kecil terkait hisab atas semua amalnya?

Lantas, apakah istimewanya orang beriman yang tidur sehingga menyebabkan kesedihan dalam diri setan dan seluruh bala tentaranya.

Sebabnya adalah dzikir yang dilantunkan orang-orang beriman sebelum tidurnya. Ketika mereka mendatangi tempat tidur dengan senantiasa berdzikir kepada Allah Ta’ala, maka amalan itu berlaku sebagai benteng bagi dirinya dan menjadikan setan merasakan kesedihan yang amat mendalam.

Selain kesedihan, setan juga merasakan kesal dan marah ketika orang-orang beriman sedang beristirahat dalam tidurnya yang dibalut dengan dzikir kepada Allah Ta’ala. Sebab, saat tidur itu, setan tak bisa melancarkan bisikan dan godaannya. “Apabila orang-orang beriman bangun dari tidurnya,” jelas Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi dalam Agar Tidak Diperdaya Setan, “setan bisa melancarkan godaan untuk menguasainya.”

- Advertisement -

Dan hal ini, sama sekali tidak bisa dilakukan saat orang-orang beriman sedang tidur. Baik karena dzikirnya, atau karena orang yang tidur memang tidak sadarkan diri sehingga hisabnya tidak dinisbatkan kepadanya.

Akan tetapi, penjelasan ini bukanlah alasan untuk tidur-tiduran sepanjang hari. Pasalnya, jika orang-orang beriman bergegas dalam amal shalih dengan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari godaan setan, maka baginya pahala yang agung dan bisa mengajak semakin banyak orang untuk mendekat kepada Allah Ta’ala sehingga setan semakin lari dari dirinya.

Jadi, gunakan tidur sebagai salah satu fasilitas dari-Nya. Jangan berlebih-lebihan. Dan senantiasalah berdzikir sebelum tidur, agar Allah Ta’ala menjaga kita. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -