Masya Allah… Inilah Sahabat Nabi yang Dimutilasi oleh Nabi Palsu Musailamah

Akan diberikan ujian yang amat berat hingga terlihatlah siapa yang bersungguh-sungguh atau bermain santai dalam dakwah di jalan Alah Ta’ala. Sebagaimana dialami oleh generasi awal dakwah, penyiksaan hingga pembunuhan jiwa bukanlah hal aneh. Sudah biasa. Bahkan, banyak di antara sahabat Nabi yang menghendaki kematian sebagai syahid di jalan Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Maka mulialah Nabi dan sahabat-sahabatnya yang mulia. Meski dibunuh dengan cara yang tak manusiawi, nama mereka senantiasa harum dalam perbincangan manusia dan makhluk-makhluk langit. Namanya harum dalam lintasan sejarah hingga Hari Kiamat.

Mari sejenak menepi, untuk mengenal satu di antara mereka. Ialah sahabat mulia yang menjemput syahid saat dimutilasi oleh nabi palsu Musailamah si pembohong.

Al-Kadzdzab dan rombongannya dari Bani Hanifah menuju kota Madinah. Hendak mengenalkan dan mempromosikan dirinya sebagai nabi. Padahal, palsu. Si pembohong ini tak mau turun dari tunggangannya. Sedangkan para pengikutnya berkelilng ke sudut-dudut Madinah untuk mencari pengikut. Sedihnya, tak ada yang mengikuti, justru mereka yang didakwahi. Alhasil, banyak pengikut yang justru bertaubat kepada Allah Ta’ala dengan mengimani kerasulan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Si pembohong dan pengikutnya yang tersisa pun kembali dengan tangan hampa ke Nejd. Meski ada beberapa kaum fanatik kesukuan yang tetap mendukung dan mempercayainya sebagai nabi palsu. Menyedihkan.

Tak lama kemudian, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun memilih seorang sahabatnya. Sahabat yang penuh kemuliaan ini diutus untuk mendakwahi Musailamah berjuluk al-Kadzdzab (Pembohong). Dengan gagah, sosok mulia dari keluarga terhormat ini pun mendatangi singgasana si pembohong.

Kepada sang sahabat mulia, si pembohong bertanya, “Apakah kamu mengakui Muhammad sebagai utusan Allah?”

- Advertisement -

Jawab laki-laki surga ini penuh kemantapan, “Ya.”

Si pembohong pun melanjutkan pertanyaannya, “Apakah kamu bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?”

Seraya menunjukkan pengingkaran karena iman di dalam sanubarinya, lelaki gagah iman ini menjawab, “Aku tidak mendengar perkataanmu.”

Demi mendengar perkataan sahabat utusan Nabi ini, si pembohong marah. Pasalnya, semakin sering diulang, sang sahabat semakin tegas menyampaikan jawaban serupa. “Maka,” tulis Syeikh Mahmud al-Mishri dalam Shirah Shahabiyah, “Musailamah pun memotong anggota tubuhnya satu persatu hingga mati sebagai syuhada’.”

Sahabat yang mulia ini, tiada lain adalah salah satu anak dari Ummu Umarah (Baca: Siapakah yang Dimaksud Nabi dalam Doanya, “Ya Allah, Jadikan Mereka Teman-temanku di Surga”?) dan Zaid bin ‘Ashim. Ialah saudara ‘Abdullah yang bernama Habib bin Zaid. Semoga Allah Ta’ala memberikan ridha-Nya kepada Habib bin Zaid, dan kekuatan kepada kita untuk meneladaninya dalam mempertahankan keimanan hingga ajal menjemput. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -