Lelucon Cerdas Ulama Humoris Berusia 80 Tahun

Bercanda dibolehkan selama tidak menggunakan materi kebohongan dan menjadi sebab keluarnya seseorang dari akidah Islam yang mulia. Dasar inilah yang digunakan oleh sebagian ulama sehingga terkenal sebagai pribadi humoris. Ialah humoris cerdas dan jauh dari kebohongan yang disinyalir sebagai salah satu sebab hingga beliau memiliki umur yang panjang.

- Advertisement -

Suatu hari, ulama mulia yang cerdas dan humoris bermadzhab Syafi’i ini melakukan perjalanan laut dengan murid-muridnya. Saat perahu belum tunai mendarat di pantai, sosok yang kala itu berusia delapan puluh tahun ini meloncat dari atas perahu ke pantai dengan amat tangkas.

Mendapati gurunya melakukan demikian, murid-muridnya yang masih berusia muda segera mengikuti. Satu persatu berloncatan. Sayangnya, dari sekian banyaknya murid yang turut dalam perjalanan tersebut, tiada satu pun yang bisa mengikuti sang guru secara persis. Sebagian jatuh, sebagian lainnya terpeleset, dan lain sebagainya.

“Wahai Guru, apa rahasianya hingga engkau bisa melakukan hal itu?” tanya para murid, kompak.

“Badan ini telah kami jaga sejak kecil, hingga Allah Ta’ala pun menjaganya.” jawab sang Guru beberkan rahasia kesehatan, kebugaran, dan ketangkasannya.

Terkait lelucon cerdas sang ulama, Dr ‘Aidh al-Qarni merekamnya dengan sangat baik dalam salah satu bukunya, Kisah-kisah Inspiratif.

Pada suatu ketika, sang ulama membawa sepatunya ke tukang sepatu untuk diperbaiki. Namun, sang tukang sepatu bersikap lalai. Tidak disegera diperbaiki. Padahal, sang ulama hampir tiap hari lewat di depan tempat tukang sepatu.

- Advertisement -

Sebagai cara untuk berkelit, setiap sang ulama berlalu di hadapannya, si tukang sepatu selalu meletakkan sepatu sang ulama di dalam ember yang berisi air.

Lantaran menyaksikan pemandangan tersebut setiap hari, sang ulama pun berkelakar cerdas, “Saya mengantarkan sepatu itu kepadamu untuk diperbaiki. Bukan untuk diajarkan berenang.”

Laki-laki cerdas nan berilmu ini bernama Abu Thayyib ath-Thabari Rahimahullah.

Dalam khazanah Islam, banyak kita jumpai dialog cerdas dan lelucon yang mencerahkan jiwa. Di antara satu contohnya, ialah seorang ulama yang pernah ditanya, “Siapakah nama istri setan?”

Sang ulama dengan santai namun bertenanga menjawab, “Wah, saya tidak tahu karena tidak diundang saat mereka menikah.”

- Advertisement -

Jadi, bercanda itu dibolehkan. Asal jangan berlebihan dan mengandung dusta.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

4 Keutamaan Wudhu yang Mencengangkan

Karena sering dilakukan, kadang wudhu dianggap biasa saja dan disepelekan. Padahal, keutamaan wudhu itu luar biasa. Wudhu adalah cara...

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...