Lakukan Ini Agar Allah Cukupi Semua Kebutuhanmu

Allah Ta’ala Mahakuasa. Dialah Pencipta langit, bumi dan segala yang ada di antara keduanya. Allah Ta’ala Mahaadil. Tak ada satu pun ciptaan-Nya yang sia-sia. Semuanya memiliki hikmah, yang kadang tak bisa dijangkau dengan akal manusia yang amat terbatas.

- Advertisement -

Seringkali, manusia melupakan orang yang telah banyak berjasa padanya. Dalam tingkatan yang lebih parah, ada begitu banyak manusia yang dengan mudahnya melupakan Allah Ta’ala, kemudian hidupan dipenuhi sampah duniawi. Sampai-sampai, ibadah yang wajib pun dilupakannya.

Padahal, tujuan utama Allah Ta’ala menciptakan manusia adalah agar senantiasa beribadah kepada-Nya. Beribadah dalam semua aspek dan caranya, di berbagai lini kehidupan. Pun, amalan-amalan sosial yang dilakukan seorang muslim, ketika niatnya karena Allah Ta’ala guna memakmurkan bumi, maka hal itu akan bernilai ibadah dengan janji pahala nan agung.

Kenikmatan dalam beribadah erat kaitannya dengan perasaan butuh. Bahwa manusia adalah makhluk yang amat lemah sehingga amat membutuhkan Allah Ta’ala dalam setiap jenak kehidupan yang dimiliki. Perasaan membutuhkan Allah Ta’ala inilah yang harus senantiasa dipupuk, agar efeknya bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari dan kelak menjadi tabungan kebaikan yang diunduh di akhirat.

“Jika seorang hamba tidak memiliki keinginan apa pun selain Allah Ta’ala,” tutur Ibnul Qayyim dalam salah satu nasiahatnya. “Maka,” lanjutnya, “Allah Ta’ala akan mencukupi seluruh kebutuhannya.”

Tatkala seorang hamba hanya menghendaki Allah Ta’ala di setiap pagi dan sore yang dijalaninya, “Allah Ta’ala akan memberikan semua yang menjadi keinginannya, mengosongkan hatinya untuk cinta kepada-Nya, menjadikan lisannya berdzikir kepada-Nya, dan menjadikan semua anggota tubuhnya memenuhi ketaatan kepada-Nya.”

Inilah pahala nan mahal harganya yang diberikan Allah Ta’ala kepada siapa yang hanya meginginkan-Nya dalam setiap kehidupan. Allah Ta’ala akan memenuhi semua yang menjadi hajatnya, Dia akan berikan apa yang menjadi kebutuhannya; hati, lisan, pikiran dan hatinya sibuk bermunajat memuji-Nya, kemudian anggota tubuhnya senantiasa dimudahkan dalam menjalani ketaatan kepada Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Matanya menunduk dari yang maksiat, tangannya tak pernah sakiti sesama, kakinya hanya sibuk melangkah ke masjid atau majlis-majlis ilmu yang menjadi sarana untuk memasuki surga-Nya. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -