Kisah Sahabat yang Mabuk dalam Shalat

Semoga Allah Ta’ala meridhai para sahabat yang telah berjuang dengan jiwa dan raganya di jalan-Nya. Semoga Allah Ta’ala memberikan tempat terbaik untuk mereka, dan menjadikan kita penerusnya yang berupaya segigih-gigihnya dalam meneladani.

- Advertisement -

Sebelum kedatangan Islam, para sahabat adalah kaum jahiliyah yang terbiasa meminum arak. Maka Islam datang mengantarkan cahaya ke dalam relung jiwa. Setelah masuk Islam, tak ada satu pun kejahiliyahan yang dilanjutkan sebab Allah Ta’ala telah melarangnya melalui al-Qur’an al-Karim.

Mula-mula, sahabat bertanya tentang khamr dan judi. Lalu, Allah Ta’ala menurunkan jawaban, “Di dalamnya ada dosa dan manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar (tinggi) dari manfaatnya.”

Kemudian, Allah Ta’ala melarang kaum muslimin untuk mendekati khamr ketika hendak mendirikan shalat. Sebab turunnya ayat, adalah jamuan makan oleh ‘Abdurrahman bin ‘Auf sebagaimana diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib.

‘Ali menuturkan, “’Abdurrahman bin ‘Auf membuat makanan untuk kami, lalu mengundang dan menuangkan khamr untuk kami. Sebab itu, sebagian dari kami mabuk. Lalu datanglah waktu shalat.” Satu di antara sahabat itu pun menjadi imamnya.

Sebab mabuk, bacaan sang sahabat yang menjadi imam pun kacau. Ia membaca, “Qul ya ayyuhal kafirun. Ma a’budu ma ta’budun. Wa nahnu na’budu ma ta’budun. (Katakanlah, ‘Wahai orang kafir, aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan kami menyembah apa yang kamu sembah’).”

Lantaran kejadian itu, Allah Ta’ala menurunkan surat an-Nisa’ [4]: 43,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. (Jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapati air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

Selanjutnya, ketika ayat ini dibacakan kepada ‘Umar bin Khaththab, dan ia berdoa agar diberikan hukum yang paling jelas terkait khamr, Allah Ta’ala pun menurunkan surat al-Maidah [5]: 90 yang menyatakan bahwa khamr adalah perbuatan kotor dan merupakan amalan setan yang terlaknat. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...