Kisah Ahli Ibadah Bani Israil dan Seekor Tikus

ilustrasi @praptanugrahaardiatma
ilustrasi @praptanugrahaardiatma

- Advertisement -

Ali bin Thalib pernah berkata, “Ada dua jenis manusia yang merusak agama: ahli ibadah yang bodoh dan orang alim yang melakukan dosa.” Ahli ibadah yang bodoh membuat semua ibadahnya sia-sia karena tak dikerjakan berdasarkan ilmu. Sedangkan orang berilmu yang melakukan dosa, maka ilmunya percuma karena tak kuasa menahan dirinya dari perbuatan dosa.

Ada sebuah kisah yang menjelaskan ini sebagaimana dituturkan oleh Prof Dr Abdullah Azzam dalam bukunya Tarbiyah Jihadiyah. Beliau mengisahkan sosok ahli ibadah dari kalangan Bani Israil.

Pada suatu malam, sebagaimana biasanya ia bergegas untuk menuju masjid guna menunaikan shalat malam. Shalat malam sudah menjadi kebiasaan dan kenikmatan baginya. Ternyata, malam itu, dalam perjalanan menuju masjid, ia menginjak seekor tikus. Qadarullah, tikus yang diinjaknya itu mati.

Karena kejadian itu, ahli ibadah Bani Israil ini mengalami sedih yang amat mendalam. Ia merasa melakukan dosa besar sehingga mencari cara agar dosanya itu terampuni. Maka, atas ijtihad pribadinya, ia berniat membuat kantong kain untuk menempatkan bangkai tikus itu.

Lalu, kantong berisi bangkai tikus tersebut digantungkan di lehernya. Ia berniat untuk melakukan itu hingga bangkai itu benar-benar membusuk dan kembali menjadi tanah. Maka terhitunglah bilangan tahun yang ia butuhkan agar bangkai tersebut rusak secara alami tanpa bekas.

Tentu saja, dalam bilangan tahun itu, lelehan bangkai tikus senantiasa menetes di tubuh ahli ibadah Banis Israil itu.

- Advertisement -

Kemudian, pada suatu hari, berjalankah ahli ibdah Bani Israil itu hingga sampai di majlis seorang ahli ilmu. Melihat gantungan kain yang berbau busuk itu, ahli ilmu bertanya, “Apa isi kantong yang tergantung di lehermu?” Seraya menundukkan kepala, ahli ibadah itu berkata, “Bangkai tikus.” Lanjut ahli ilmu, “Mengapa kau melakukan ini?” Lalu dikisahkanlah apa yang dialaminya secara detail.

Jelas ahli ibadah itu, “Aku melakukan ini untuk menebus dosaku karena telah membunuh tikus ini.” Tanpa jeda, sang ahli ilmu menukasi, “Selama itu pula, shalatmu tidak diterima karena najis yang ditimbulkan dari bangkai tikus itu.”

Sahabat Kisah Hikmah, apa yang dialami oleh ahli ibadah ini, bisa jadi menimpa pula pada diri sebagian kita. Banyak ibadah yang dikira kita lakukan dengan sempurna, tetapi ternyata tidak demikian sebab diri tak mengetahui ilmunya.

Maka, sebelum kejadian seperti ahli ibadah Bani Israil ini menimpa diri kita, penting kiranya untuk memperdalam ilmu dengan bertanya dan menimbanya kepada ahli ilmu. Agar ibadah kita tak sia-sia sebab memiliki landasan dalil yang kuat dan agar ilmu itu kita senantiasa membimbing diri menuju cahaya Allah Swt yang terang benderang. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...

Sejarah Bulan Muharram dan Peristiwa Penting yang Terjadi di Dalamnya

Bulan Muharram (المحرم) adalah bulan pertama dalam penanggalan hijriyah. Bagaimana sejarah bulan muharram dan peristiwa penting apa saja yang terjadi di dalamnya?