Kaum yang Digiring ke Surga dengan Rantai

Islam adalah agama yang menjanjikan keselamatan di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat. Islam adalah agama perdamaian yang amat menentang tindak kekerasan dan kezaliman. Dalam Islam, yang membedakan manusia dengan yang lainnya hanya iman dan takwa kepada Allah Ta’ala yang letaknya di dalam hati.

- Advertisement -

Tak ada paksaan untuk masuk ke dalam agama Islam. Siapa yang mendapat petunjuk, baginya kesadaran dan kesukarelaan untuk masuk dan ikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ini.

Sedangkan bagi mereka yang enggan dan tertutup hatinya, terhalang baginya pintu kebaikan; tak bermanfaat baginya paksaan ataupun tekanan untuk masuk ke dalam Islam yang mulia.

Dahulu, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir ath-Thabari dari Abdullah bin ‘Abbas, ada seorang wanita yang sukar memiliki anak. Sebab itu, sebagaimana dikutip Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Wanita itu berjanji, jika miliki anak, maka ia akan menjadikan anaknya itu sebagai orang Yahudi.”

Maka ketika Bani Nadhir diusir, dan di antara mereka terdapat anak-anak kaum Anshar, mereka berkata, “Kami tidak mendakwahi anak-anak kami.”

Sebab itulah, tutur Ibnu Katsir melanjutkan, “Allah Ta’ala pun menurunkan ayat, ‘Tidak ada paksaan untuk memeluk agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat.'” (Qs. al-Baqarah [2]: 256)

Oleh karena Islam diturunkan sebagai agama yang paling sempurna yang tak ada lagi agama setelahnya, dakwah Islam adalah keniscayaan.

- Advertisement -

Bahkan bagi mereka yang baru masuk Islam sebab menjadi tawanan perang, misalnya, bagi mereka terjamin surga.

“Rabbmu merasa kagum,” sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam riwayat Shahih, “kepada kaum yang digiring ke dalam surga dengan rantai.”

Maknanya, tutur Ibnu Katsir, “Mereka adalah tawanan yang dibawa ke negeri Islam dalam keadaan diikat dan dibelenggu.” Setelah itu, lanjut ulama’ masyhur ini, “Mereka pun masuk Islam.”

Melalui Islam itulah amal perbuatan dan hati mereka menjadi baik. Sehingga mereka masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan.

Inilah balasan terbaik atas iman dan Islam seseorang. Bagi mereka kemuliaan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat. Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke surga-Nya. Aamiin. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -