Jika Lakukan Ini, Maka Pahala Istri sama dengan Suaminya

Mari belajar cemburu kepada para sahabat dan sahabiyah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Masing-masing mereka memiliki kecemburuan yang sangat besar terhadap lainnya. Mereka cemburu, dan saling berlomba dalam banyak amal saleh. Bahkan, kaum wanita mereka sangatlah cemburu kepada kaum laki-lakinya. Pasalnya, menurut mereka, kaum laki-laki telah diberikan banyak keutamaan terkait amal, sedangkan kaum wanita tidak demikian.

- Advertisement -

Maka datanglah sahabat wanita Nabi yang bernama Asma’ binti Yazid. Beliau berasal dari kalangan Anshar, para penolong sahabat Nabi yang hijrah dari Makkah ke Madinah.

“Ya Rasulullah,” ucapnya seketika menghadap Nabi, “kau diutus untuk kaum lelaki dan kaum perempuan.” Nabi hanya diam, menyimak maksud sahabatnya itu.

“Kami pun beriman dan mengikutimu,” jelasnya kemudian. Namun, terangnya sampaikan keluhan kecemburuan, “Kami tertutup dan dipingit; penjaga rumah, tempat melampiaskan syahwat kaum pria, dan pengasuh anak-anak mereka.”

“Sedangkan bagi kaum pria,” lanjutnya menyampaikan, “engkau berikan kelebihan kepada mereka dengan shalat berjamaah, jihad, dan menghadiri prosesi jenazah. Apabila mereka pergi berjihad, kami hanya tinggal di rumah, menunggui harta dan anak-anak mereka.”

Tanyanya yang kemudian disebut Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai pertanyaan yang paling baik, “Apakah kami sama dengan mereka dalam mendapatkan pahala, wahai Rasulullah?”

“Wahai Asma’,” ucap Nabi angkat bicara, “pergilah dan kabarkan kepada Muslimah-muslimah lainnya di belakangmu.”

- Advertisement -

“Jika kalian memberikan pelayanan yang baik kepada suaminya, jika kalian meminta ridhanya, dan mengikuti perintahnya (dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya),” jelas Nabi yang membuat Muslimah-muslimah itu tersenyum sumringah, “maka pahalanya sama dengan kaum pria yang melakukan semua amalan yang kausebutkan tadi.”

Tiga amalan inilah yang dijanjikan Nabi. Jika dilakukan dengan baik, maka seorang Muslimah bisa mendapatkan pahala yang sama dengan kaum Muslimin yang mendatangi shalat berjamaah, menghadiri prosesi jenazah, dan berjihad di jalan Allah Ta’ala.

Betapa mulianya Nabi dengan semua janjinya yang mustahil diingkari. Betapa sumringahnya kaum Muslimin yang mengikuti sunnahnya. Dan, betapa bahagianya kaum Muslimah yang berhasil menjalankan amalan-amalan ‘rumahan’ itu sehingga berhasil mendapatkan kemuliaan yang dilakukan oleh kaum Muslimin tersebut. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...

Tanda-Tanda Lailatul Qadar, Segera Lakukan Ini Jika Mendapatinya

Tak seorang pun di masa sekarang yang bisa memastikan kapan turunnya lailatul qadar. Namun Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan tanda-tanda lailatul...