Jika Ingin Berjumpa Allah…Inilah Caranya

Setelah surga, nikmat yang lebih agung adalah bertemu dengan Allah Ta’ala. Inilah nikmat yang diharapkan oleh semua orang shaleh di muka bumi ini. Kabar gembiranya, bagi siapa yang bercita-cita berjumpa dengan Allah Ta’ala, Dia sudah ‘membocorkan’ cara yang kudu ditempuh olehnya.

- Advertisement -

Berikut caranya.

Amal Shaleh

Allah telah menjanjikan hal ini di dalam firman-Nya, “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Qs al-Kahfi [18]: 110)

Amat banyak jenis amal shaleh yang bisa dikerjakan setelah seseorang masuk Islam dan beriman kepada semua rukun iman. Amal shaleh yang terangkum dalam ibadah terdiri dari amal shaleh ritual dan amal shaleh sosial.

Ada shalat fardhu lima kali yang bisa disempurnakan pelaksanaannya di masjid, awal waktu, berjamaah. Bisa juga dengan menambah rawatib yang disunnahkan secara mu’akkad, bisa juga dengan menunggu datangnya waktu shalat, hingga mendawamkan dan mengajak keluarga serta masyarakat terdekat untuk mensyiarkan amalan nan mulia ini.

Shalat sunnah juga sangat banyak jumlah dan ganjarannya. Di awal hari ketika orang lain sedang tertidur, kita bisa melakukan sunnah Tahajjud yang ditutup dengan witir. Mulai dua hingga sebelas rakaat termasuk witir.

Di dalamnya juga terdapat banyak sekali ibadah untuk menyempurnakan amalan para Nabi dan orang shaleh itu: tilawah al-Qur’an, dzikir-dzikir yang disunnahkan, tafakur, tadabbur ayat yang dibaca, hingga melewati waktu dalam munajat panjang dan memohon ampun kepada Allah Ta’ala atas semua dosa yang telah dikerjakan.

- Advertisement -

Demikian seterusnya, amat banyak ibadah yang tergolong amal shaleh; yang jika dikerjakan bisa menolong pelakunya kelak di akhirat dan menjadi salah satu sebab bertemunya seseorang dengan Allah Ta’ala.

Tinggalkan Syirik

Inilah penghapus amal. Sia-sialah amal seseorang jika menutupnya dengan syirik. Sebab, Allah Ta’ala memiliki hak untuk dimurnikan dalam penyembahan. Allah Ta’ala adalah satu-satu-Nya Rabb semesta yang berhak disembah, dan tidak ada selain-Nya.

Dia Mahakuasa, Mahaesa, tempat bergantung seluruh persoalan. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dialah sumber kebahagiaan, Yang Menyembuhkan segala penyakit, Pemberi kebaikan dan keselamatan, Maha Pengasih, Menyayangi hamba-Nya jauh melebihi sayangnya seorang ibu kepada anak-anaknya.

Dialah Rabb, yang hak disembah. Maka siapa yang memurnikan tauhid, Allah Ta’ala janjikan kepadanya hak untuk bertemu dengan-Nya. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -