Penjelasan Syeikh Abu Hasan As-Sadzily terkait 4 Jalan Menuju Allah

Syeikh Abu Hasan As-Sadzily menjelaskan 4 jalan (thariqah) yang harus ditempuh untuk menuju Allah Ta’ala. Siapa pun yang menempuh masing-masing jalan akan mendapatkan maqam yang Dia janjikan.

Dzikir

- Advertisement -

Jalan (thariqah) pertama yang harus ditempuh oleh seorang hamba menuju Allah Ta’ala adalah dzikir. Ialah aktivitas menyebut, mengagungkan, dan mengingat Allah Ta’ala ketika berdiri, duduk, berbaring, dan dalam setiap aktivitas.

Ialah mengingat Allah Ta’ala dalam bahagia dan sedih, senang dan susah, kaya dan miskin, selama pagi hingga siang, sepanjang sore hingga malam, selalu, selamanya, sebanyak-banyaknya dengan sebaik-baik sebutan yang disyariatkan Allah Ta’ala dan dicontohkan Nabi-Nya yang mulia.

Dzikir juga tidak terbatas pada lisan. Sebab sebuah amalan baru bisa disebut dzikir yang sebenar-benarnya tatkala sudah menjadi amal shalih. Amal shalih yang istiqamah ini selanjutnya akan menjadi cahaya (nur) bagi pelakunya.

Dzikir dengan hamparan amal shalih yang kelak berbuah nur (cahaya),” demikian tulis Imam Abu Hasan As-Sadzily dalam Filosofi Dzikir yang diterjemahkan oleh Kh Muhammad Luqman Hakim.

Orang beriman yang biasa melakukan amalan dzikir ini berhak mendapatkan maqam orang yang shalih.

Tafakkur

Jalan (thariqah) kedua yang kudu ditempuh oleh seorang hamba untuk mengenal Allah Ta’ala ialah dengan tafakkur (memikirkan alam semesta dengan niat mendekat kepada-Nya). Tiada waktu yang mubadzir bagi para ahli tafakkur. Ia senantiasa mengaitkan kejadian di alam semesta dan dalam dirinya untuk senantiasa mengingat Allah Ta’ala di dalam hati sanubarinya.

- Advertisement -

Tafakkur harus dilalui dengan sebaik-baiknya kesabaran. Sebab jalannya tidak mudah. Gangguannya amat banyak. Karenanya disebutkan dalam sebuah hadits, berpikir satu jam lebih mulia dari ibadah enam puluh tahun.

Jika seorang mukmin berhasil memikirkan alam semesta dengan bekal kesabaran, maka ia akan mendapatkan ilmu. Ialah pengetahuan yang semakin mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala. Yaitu pengetahuan yang membuat kesadaran di dalam dirinya kian tumbuh bahwa hanya Allah Ta’ala Yang Mahakuasa dan Mahabesar.

Siapa yang mampu melampaui dua thariqah dzikir dan tafakkur ini berhak mendapatkan maqam syuhada’ yang yaqin kepada-Nya. [Kisahikmah]

Bersambung ke 4 Jalan Menuju Allah

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...