Jalan Keluar dari Seluruh Kegelisahan

Jika saat ini Anda tengah dilanda sedih, gelisah, kecewa, dan perasaan negatif lainnya, saksamailah nasihat menyejukkan jiwa ini. Inilah nasihat dari Imam Ibnul Jauzi bagi siapa saja yang tengah alami kelemahan jiwa. Inilah petuah nan menentramkan dari jernihnya nurani sosok yang dekat dengan Allah Ta’ala.

- Advertisement -

“Aku pernah tertekan dengan masalah yang menjadikanku selalu dalam kegelisahan. Aku berupaya sekuat tenaga agar terlepas dari jeratan kegelisahan itu. Tapi, upaya yang kulakukan sia-sia.” Itulah yang disampaikan oleh ulama kharismatik yang menulis Shaid al-Khatir nan monumental itu. Sebab memang, beliau hanya manusia biasa yang tak lepas dari salah, lalai, sedih, dan gelisah di dalam hidupnya.

Lanjut beliau, “Lalu, aku membaca firman Allah Ta’ala, ‘Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.’” (Qs. ath-Thalaq [65]: 2-3)

Setelah membaca ayat tersebut, sosok yang juga menulis Talbisul Iblis ini mengatakan, “Aku mengerti, bahwa ketakwaan merupakan jalan keluar dari seluruh jenis kegelisahan. Maka, selama aku ada di jalan-dalam rangka-mewujudkan takwa, pasti kudapati jalan keluar dalam menghadapi masalah apa pun.”

Itulah solusinya. Takwalah jalan keluarnya. Ialah petunjuk dari Allah Ta’ala yang Maha memberi petunjuk; jalan yang tak mungkin terdapat kesesatan di dalamnya. Sebuah obat amat mujarab dari semua jenis penyakit gelisah, sedih, gundah, gulana, dan kesempitan hati lainnya.

“Seorang makhluk,” tutur beliau selanjutnya, “tidak boleh menyandarkan diri, kecuali kepada Allah Ta’ala. Sebab, “Allah-lah yang akan mencukupinya.” Dialah Zat yang telah memberikan rezeki sejak manusia di alam rahim, kemudian menambahkan kadar dan kualitasnya ketika manusia terlahir dan diamanahi sebagai pemakmur di bumi-Nya.

Maka merasa tergantung hanya kepada Allah Ta’ala adalah satu di antara ciri bagusnya tauhid. Meskipun, ia juga tak boleh mengacuhkan usaha-usaha manusiawi dalam mencukupi kebutuhannya sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

- Advertisement -

Karenanya, beliau mengatakan, “Seseorang bisa melakukan usaha apa pun. Akah tetapi, hatinya tidak boleh tergantung pada usahanya itu.” Itulah tauhid yang murni nan lurus. Usaha hanyalah ikhtiar. Sedangkan hasil merupakan wewenang penuh dari Allah Ta’ala yang Mahakuasa.

Pungkas beliau mengakhiri taujihnya, “Berhati-hatilah melanggar batasan Allah.” Sebab jika melanggar, “Engkau akan hina di hadapan Allah dan kecil di hadapan makhluk-Nya.” [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...

Tanda-Tanda Lailatul Qadar, Segera Lakukan Ini Jika Mendapatinya

Tak seorang pun di masa sekarang yang bisa memastikan kapan turunnya lailatul qadar. Namun Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan tanda-tanda lailatul...