Ingin Melihat Penghuni Neraka? Inilah Orangnya

Ada ujian yang tak ringan dalam kesehatan yang diberikan oleh Allah Ta’ala. Ialah menjaganya dan senantiasa memanfaatkannya untuk beramal shaleh. Sebab, amal-amal shaleh itulah yang menjadi salah satu alasan diturunkannya rahmat hingga seseorang berhak mewarisi surga-Nya.

- Advertisement -

Dalam nikmat sehat itu pula terdapat ujian yang berat; sebab padanya terbuka peluang yang lebar bagi si sehat untuk melakukan maksiat yang iming-imingnya adalah kenikmatan semu.

Sebaliknya, dalam sakit juga terkandung ujian. Sakit bisa dijadikan motivasi dan sarana muhasabah, juga alat untuk belajar sabar yang pahalanya adalah surga. Pun, bagi si sakit ada godaan untuk tidak bersabar, mengeluh, menyalahkan takdir, merutuki diri, hingga menganggap dan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil.

Jika hal kedua ini yang terjadi, kiranya kita harus waspada. Sebab hal itu bisa menimpa siapa saja, dengan beragam cara.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, seorang wanita yang memiliki ciri-ciri penghuni neraka. Dalam dialog dengan Rasulullah, wanita ini mengaku tidak pernah sekali pun merasakan sakit panas ataupun kepala yang serasa ditusuk-tusuk. Bagaimanakah riwayat lengkapnya?

“Apakah engkau pernah terserang penyakit, Ummu Mildam?” tanya Nabi diriwayatkan dari Abu Hurairah.

Ummu Wildam yang merupakan Arab Badui ini menjawab dengan balik bertanya, “Apakah penyakit Ummu Wildam itu, wahai Rasulullah?”

- Advertisement -

Jawab Nabi yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i ini, “Sakit panas yang terasa antara kulit dan darah.”

“Aku,” jawabnya, “tidak pernah merasakan sakit itu.”

Selanjutnya, tanya Nabi yang dinilai shahih oleh Imam al-Hakim ini, “Apakah engkau pernah merasakan sakit kepala?”

“Wahai Rasulullah,” jawab wanita Arab Badui, “sakit kepala yang bagaimana?”

Sabda Nabi menerangkan, “Rasa sakit yang menusuk-nusuk pada kepala.”

- Advertisement -

Tukas wanita itu kemudian berlalu pergi, “Aku tidak pernah merasakannya, wahai Rasulullah.”

Maka setelah kepergiannya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa ingin melihat seorang penghuni neraka, silakan lihat orang itu.”

Selain oleh Imam al-Hakim, hadits ini juga dinilai shahih oleh Imam adz-Dzahabi dan Ibnu Hibban sebab sesuai dengan syarat Imam Muslim.

Tentu, yang dimaksud bukan menyengsarakan diri hingga terlihat sakit; atau menyakiti diri agar merasakan sakit. Semoga Allah Ta’ala wafatkan kita semua dalam khusnul khatimah dan berhak mendapatkan surga-Nya. Aamiin. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -