Empat Penyebab Kefakiran

0

Islam tidak melarang umatnya hidup berkecukupan. Bahkan, ada ibadah-ibadah yang hanya bisa dikerjakan jika seseorang tergolong mampu, baik secara keilmuan, harta, maupun tenaga. Yang dilarang dalam Islam adalah menumpuk harta hingga enggan mengeluarkannya di jalan Allah Ta’ala, bahkan membelanjakannya di jalan maksiat.

Sebaliknya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mewasiatkan agar umatnya meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala dari bahaya kefakiran. Pasalnya, fakir itu dekat dengan kekufuran. Di antara buktinya, ada begitu banyak kaum Muslimin yang tega menggadaikan akidahnya hanya karena sesuap nasi, dan secuil kepemilikan harta duniawi.

Agar terhindar dari kefakiran, maka ketahuilah sebab-sebab yang mengantarkan seseorang ke dalamnya. Sedikitnya, ada empat sebab yang mengantarkan seorang Muslim menuju pada kefakiran. Dan dari empat sebab itu, ada satu sebab utama yang bisa menjerumuskan mereka menuju kesengsaraan yang abadi di akhirat kelak.

Lemah dan Malas

Sejak berada di dalam kandungan hingga terlahir ke dunia, kita memang tercipta dalam keadaan lemah dan miskin. Tidak mengenakan busana, tidak memiliki modal berupa uang atau harta, bahkan keadaan diri yang sangat papa, hingga Allah Ta’ala mengaruniakan banyak sekali nikmat-Nya.

Selanjutnya, Allah Ta’ala memberikan kepada kita kekuatan berupa fisik, akal, dan ruhani. Ketiga faktor ini bisa disinergikan agar kita beranjak dari kelemahan menuju kekuatan dan dari kemalasan menuju kesegeraan dalam bekerja dan amal.

Apalagi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengajarkan kepada kita agar berlindung dari buruknya sifat lemah, malas, gelisah, sedih, pengecut, kikir, dan lilitan hutang.

dan Maksiat

Inilah sebab utama terhalangnya rezeki. Keduanya merupakan sejenis pelanggaran kepada perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya dengan berbagai tingkatnya. Mulai dari yang kecil hingga besar, disengaja atau tidak, tersembunyi atau terang-terangan.

Banyak sekali hadits yang menguatkan hal ini, bahwa dosa dan maksiat akan menghalangi kaum Muslimin dari mendapatkan rezeki yang seharusnya dikaruniakan kepadanya.

“Sesungguhnya,” sabda Nabi pada suatu ketika sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah, “seorang hamba terhalang dari rezeki sebab dosa yang dia kerjakan.”

Riwayat ini juga diperkuat dengan perkataan Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, “Sesungguhnya kebaikan itu; sinar di wajah, cahaya di hati, kekuatan di badan, keluasan dalam rezeki, dan kecintaan di dalam hati setiap orang.”

Sebaliknya, “Keburukan adalah; kemuraman di wajah, kegelapan di dalam hati, kelemahan di badan, mengurangi rezeki, dan penyebab kebencian di hati setiap orang.” [Pirman/Kisahikmah]

Bersambung ke Empat Penyebab Kefakiran (2)

Berita sebelumyaGak Doyan, Orang-orang Ini Malah Dikejar Dunia
Berita berikutnyaEmpat Penyebab Kefakiran (2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.