Eksklusif: 3 Bukti dari Rasulullah bahwa Merokok Dilarang

Lanjutan dari Mengapa Merokok Dilarang? (2)

Pertama

- Advertisement -

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memberikan arahan agar umatnya senantiasa mengawali semua aktivitas kebaikan dengan menyebut nama Allah Ta’ala, membaca kalimat Bismillaah atau Bismillaahi ar-rahmaani ar-rahiimi. Bahkan, beliau mengancam, siapa yang mengawali amal baik tanpa menyebut nama Allah Ta’ala maka amalnya terputus atau tertolak.

Nah, coba tanyakan kepada mereka yang merokok, “Apakah mereka selalu mengawali merokok dengan membaca nama Allah Ta’ala? Apakah mereka merokok dengan membaca bismillaah sebagaimana yang mereka lakukan saat hendak makan, minum, atau kegiatan positif lainnya?”

Fakta membuktikan, hampir tidak ada orang merokok yang membaca kalimat basmalah. Jadi, merokok itu tertolak. Tiada manfaatnya.

Kedua

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memberikan arahan agar kita senantiasa menggunakan tangan kanan saat melakukan kebaikan. Ketika makan, minum, menunjuk, menulis, bekerja, dan seterusnya.

Sedangkan para perokok sudah pasti tidak memperhatikan penggunaan tangan. Banyak kita dapati sebagian besar mereka merokok menggunakan tangan kiri.

- Advertisement -

Tangan kanan menyalakan api, tangan kiri memegang dan memasukkan batang rokok ke dalam mulut. Tangan kanan sibuk menulis atau mengetik, tangan kiri memasukkan dan mengeluarkan rokok dari mulut. Bahkan banyak kuli-kuli kasar yang asyik dengan rokok di tangan kiri dan tangan kanannya sibuk melakukan pekerjaan.

Maka merokok melanggar sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sebab beliau mengajarkan kita menggunakan tangan kanan dalam berbagai amal kebaikan.

Ketiga

Saat makan atau minum, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengajarkan agar semuanya dihabiskan. Karena kita tidak mengetahui dimana letak keberkahan di dalam makanan yang kita konsumsi.

Bahkan terhadap makanan yang terjatuh dianjurkan untuk diambil, dibersihkan jika kotor, lalu kembali dikonsumsi. Tidak boleh ada sisa karena bisa jadi keberkahan terdapat di dalam makanan sisa tersebut.

- Advertisement -

Coba saksikan seluruh perokok di Indonesia dan berbagai penjuru dunia. Adakah di antara mereka yang menghabiskan rokoknya? Sudah pasti ada bagian ujung yang disisakan, baik rokok yang menggunakan filter atau tidak. Mustahil mereka menghabiskannya karena ancamannya bibir menjadi panas tersulut api.

Jika pun ada yang habis karena menggunakan pipa rokok, sisanya tetap ada, berbentuk abu rokok atau asapnya yang sangat mengganggu dan mematikan.

Alhasil, merokok tetaplah tidak bermanfaat. Membuang waktu dan harta. Bahkan mengancam kehidupan pelaku dan orang-orang terdekatnya.

Ya Allah, cabutlah keinginan merokok pada diri dan keluarga serta kaum Muslimin seluruhnya. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -