Cerdas Menyentuh Hati Objek Dakwah

Hati merupakan pusat kehidupan manusia. Jika hati baik, maka perilaku seseorang pun akan memesona. Sebaliknya, jika hati dilumuri penyakit, maka seseorang akan memiliki perangai yang buruk sehingga merugikan diri dan orang lain.

- Advertisement -

Karena itu, tugas utama seorang guru, orang tua, pendidik, murabbi, ustadz, qiyadah, musyrif, adalah menyentuh hati murid, anak-anak, pelajar, mutarabbi, santri, jundi, dan a’zha’-nya. Jika hati sudah tersentuh, mereka akan mendapatkan kemudahan dalam mengubah perilakunya, dengan izin Allah Ta’ala.

Disebutkan oleh Syekh Abbas as-Sisi, ada empat cara yang bisa ditempuh bagi siapa pun yang ingin menyentuh hati seseorang. Empat kiat ini sangat dibutuhkan oleh seorang dai agar bisa mengubah perilaku objek dakwahnya, guru yang berniat mengubah perilaku muridnya, dan orang tua yang berkehendak mengubah karakter anak-anaknya.

Kenali Namanya

Inilah hal sederhana yang sering dilupakan. Para guru tak mengenal nama muridnya. Para murabbi melupakan nama mutarabbinya. Padahal, seseorang yang diingat lalu dipanggil dengan nama kesayangannya akan merasa dihormati dan dihargai.

Selain nama diri, kenali pula nama orang tua, pasangan hidup, anak-anak, dan keluarga dekat atau tokoh masyarakat sekitar dan tokoh-tokoh yang dia kagumi.

Sebarkan Salam

Dengan salam, kaum Muslimin akan saling mencintai. Cinta inilah yang menjadi salah satu bahan utama dalam menggalang persatuan dan kesatuan umat. Tebarkan salam kepada para murid, mutarabbi, dan objek dakwah saat bertemu atau berpapasan di jalan. Ucapkan salam saat berkunjung, ketika berkirim pesan, atau dalam banyak kesempatan lainnya.

Siramkan Senyum

Jangan pelit untuk tersenyum. Senyum merupakan sedekah gratis, tanpa perlu mengeluarkan rupiah sepeser pun. Selain menyehatkan, senyum juga mampu meluluhkan hati seseorang. Bahkan, senyum menjadi isyarat amat penting bahwa Anda mencintai dan menghormati orang tersebut.

Jabat Tangan

- Advertisement -

Ini hanya berlaku untuk sesama jenis; laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Jabat tangan bisa dijadikan alat efektif untuk menebarkan aura optimis dan penerimaan yang baik kepada siapa pun yang Anda temui. Jabat tangan yang disertai senyum dan tatapan teduh adalah obat mujarab yang mampu membuat orang-orang tunduk dan menaruh hatinya kepada Anda.

Setelah hatinya tersentuh, tak sukar lagi untuk menyirami, kemudian menanaminya dengan nilai-nilai kebajikan. Insya Allah, dakwah Anda akan berhasil. Selamat mencoba.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...