Bentuk Pengamalan dari Keyakinan Terhadap Al Hayyu

Asmaul husna yang ke-62 adalah Al Hayyu. Apa maknanya dan bagaimana bentuk pengamalan dari keyakinan terhadap Al Hayyu?

- Advertisement -

Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki 99 asmaul husna. Sebenarnya asmaul husna tidak hanya terbatas 99. Ada nama lain yang Allah simpan dan menjadi rahasia gaib sebagaimana hadits riwayat Imam Ahmad. Di antara 99 asmaul husna itu, salah satunya adalah Al Hayyu.

Makna Al Hayyu

Al Hayyu (الْحَىُّ) artinya Maha Hidup. Makna asmaul husna ke-62 ini, Allah Maha Hidup dengan kehidupan abadi, tanpa permulaan dan tanpa kesudahan. Berbeda dengan makhluk yang kalau pun saat ini hidup, sebelumnya dia tidak hidup dan kelak pasti akan mati.

Syekh Musthafa Wahbah dalam Asmaul Husna lil Athfal menjelaskan, Al Hayyu artinya Allah memiliki kehidupan abadi, tanpa permulaan dan tanpa akhir. Kekal sejak zaman azali hingga selamanya. Sedangkan Syekh Ali Jum’ah dalam Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah menjelaskan, Al Hayyu adalah penyandang kehidupan abadi yang tak bermula dan tak berkesudahan. Dialah yang kekal dan abadi.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). (QS. Ali Imran: 2)

Firman Allah ini juga terdapat pada awal Surat Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi).

- Advertisement -

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (QS. Ghafir: 65)

Baca juga: Bentuk Pengamalan Al Baqi

Bentuk Pengamalan Al Hayyu

Keyakinan terhadap Al Hayyu membuat kita menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Hidup. Dia senantiasa hidup dengan kehidupan sempurna, tanpa ada permulaan dan kesudahan. Sedangkan kita sebagai manusia dan seluruh makhluk pasti akan mati. Setelah mati, akan akan ada hari kebangkitan, Allah akan menghidupkan kita kembali.

Maka, di antara bentuk pengamalan Al Hayyu adalah jangan sampai kita tertipu dengan kehidupan yang sementara ini dan kita menyiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Kita juga tawakal kepada Allah yang Maha Hidup sebab kita tidak tahu kapan kehidupan kita berakhir. Sedangkan Dia Maha Hidup selamanya. Sebagaimana firman-Nya:

- Advertisement -

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ

Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, (QS. Al Furqan: 58)

Secara praktis, bentuk pengamalan dari keyakinan terhadap Al Hayyu antara lain sebagai berikut:

  1. Menetapkan bagi Allah sifat hidup yang sempurna, tanpa cacat, tanpa kekurangan, tanpa cela.
  2. Meyakini Allah hidup kekal abadi tanpa permulaan dan tanpa kesudahan. Sedangkan seluruh makhluk-Nya hanya hidup sementara.
  3. Mempersiapkan diri demi kehidupan akhirat dan berusaha menggapa ridha Ilahi untuk kehidupan yang kekal di surga-Nya.
  4. Tawakal sebagaimana Allah perintahkan dengan menyebut nama-Nya Al Hayyu seperti halnya perintah Surat Al Furqan ayat 58.
  5. Meyakini bahwa kita akan dibangkitkan oleh Yang Maha Hidup kekal.
  6. Menjaga seluruh organ tubuh agar hidup sehat sehingga bisa beribadah kepada Allah yang Maha Hidup.

Baca juga: Asbabun Nuzul Surat An Nisa Ayat 136

Demikian makna dan bentuk pengamalan dari keyakinan terhadap Al Hayyu. Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkannya dan semakin mengenal Allah dengan asmaul husna-Nya. Wallahu a’lam bish shawab.[Muchlisin BK/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -