Begini Cara Yusak Memurtadkan Sejumlah Muslimah

Seorang misionaris bernama Yusak pernah diangkat di Majalah Sabili, beberapa tahun yang lalu. Laki-laki yang mengaku sebagai dokter Pertamina itu punya cara untuk membuat wanita ‘takluk’ padanya lalu menjadi murtad.

- Advertisement -

Yusak adalah seorang misionaris yang militan. Dalam artian, ia rela mengeluarkan banyak uang untuk menjerat mangsanya. Ia juga menyediakan banyak waktu untuk wanita yang diincarnya. Tentu, disertai dengan kebaikan-kebaikan yang secara umum disukai wanita.

Modus yang dilakukan oleh Yusak, pertama-tama tentu saja ia berkenalan. Perkenalan itu merupakan pintu masuk dirinya kepada wanita tersebut. Karena dilatari oleh misi ideologi, ia membidik wanita muslimah sebagai target. Jika wanita itu menunjukkan sinyal tidak keberatan dengan pertemanan beda agama, Yusak akan masuk pada langkah berikutnya.

Step by step misi Yusak dijalankan se-‘alami’ mungkin. Setelah kenal dan mendapatkan alamat rumah atau teleponnya, ia akan menghubungi kembali wanita tersebut. Yusak minta ijin berkunjung ke rumahnya atau bertemu di luar. Mungkin jalan-jalan atau makan.

Yusak berusaha menampilkan sikap yang sopan, peduli dan penuh kebaikan. Jika ada yang perlu dibantu, Yusak tidak segan membantu wanita tersebut. Bahkan, ia rela memberikan sejumlah uang kepada wanita yang didekatinya. Hal itu pernah ia lakukan kepada Hasanah. Ia memberikan gaji dan tabungannya kepada janda tersebut.

Sebelum bertemu Hasanah, Yusak telah berhasil mendapatkan muslimah lain. Pendekatan dan kebaikannya kepada wanita tersebut membuat keduanya semakin dekat. Akhirnya wanita tersebut jatuh cinta kepada Yusak. Mereka membangun hubungan cinta dan akhirnya menikah setelah wanita tersebut mau beralih keyakinan mengikuti Yusak. Namun, Allah masih menolong wanita tersebut. Beberapa waktu setelah pernikahannya, ia tersadar. Ia kembali masuk Islam dan meninggalkan Yusak.

Dalam kondisi duda, Yusak mendekati Hasanah. Setelah Hasanah terlihat menyukainya, khususnya usai dibantu dengan gaji dan tabungan, Yusak kembali menjalankan aksinya. Ia mulai mengarahkan Hasanah kepada keyakinannya. Untuk menguatkan misinya, Yusak membawa tiga rekannya yang mengaku dari pesantren dan telah pindah agama. Mereka diajak Yusak menemui Hasanah dan dengan gaya santri, disertai dalil berbahasa Arab, mereka menjelaskan kepada Hasanah tentang keyakinan mereka. Hasanah yang tidak terlalu paham dengan bahasa Arab akhirnya terbawa pengaruh mereka. Aqidahnya mulai luntur. Ia kemudian tidak mau shalat lagi. Terlebih saat orang-orang yang mengaku sebagai jebolan pondok pesantren itu bercerita mengapa mereka meninggalkan Islam.

- Advertisement -

Belakangan setelah kembali masuk Islam, Hasanah mengetahui bahwa ketiga orang tersebut ternyata santri gadungan. Mereka hanya mengaku alumni pesantren untuk memperdaya target misi mereka.

Bagaimana Hasanah bisa kembali menjadi muslimah? Bagaimana mengetahui teman-teman Yusak adalah santri gadungan? Silahkan baca:

Ditunjukkan Kepalsuan Bibel, Janda Murtad Ini Kembali Masuk Islam

Hanya satu pesan buat para muslimah: jaga pergaulan agar tidak berdekatan dengan laki-laki yang bukan mahramnya, apalagi beda agama. [Muchlisin BK/Kisahikmah.com]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...