Agar Berpahala Sampai Kiamat

Di antara bentuk Kasih Sayang Allah Ta’ala adalah diberikannya pahala tanpa batas bagi siapa yang melakukan amal saleh. Di antara jenis amal saleh itu, ada amalan-amalan yang jika dilakukan akan diberikan pahala tak putus-putusnya hingga Hari Kiamat menjelang.

- Advertisement -

Itulah amalan terbaik, yang pahalanya bersusun-susun, berlipat-lipat, dan senantiasa bertambah tanpa batas. Kelak para pelakunya akan terheran-heran saat hadapi hisab. Pasalnya, pahala yang didapatkan jauh lebih bagus dan banyak dari perkiraannya.

“Barang siapa yang menyeru kepada petunjuk,” demikian tulis Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya mengutip sebuah hadits Nabi, “maka baginya pahala seperti pahala yang diterima oleh orang yang mengikutinya hingga Hari Kiamat.”

Petunjuk, kebaikan, dakwah, amal saleh, dan sejenisnya. Orang-orang yang beriman melakukan amalan ini dengan kualitas terbaik, kemudian menyeru orang lain untuk turut menjalankannya. Jika ada yang terinspirasi dan mengikuti amal saleh tersebut, maka orang yang pertama menjadi contoh akan senantiasa mendapatkan pahala sebagaimana yang didapatkan oleh orang yang mengikutinya.

Lantas, apakah pahala para pengikut dikurangi sebab dibagi untuk sosok yang diteladaninya? Ternyata, tidak demikian, “Tanpa mengurangi pahala mereka (pengikut) sedikit pun.”

Sebaliknya, “Barang siapa menyeru kepada kesesatan,” demikian lanjut Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, “maka baginya dosa seperti dosa yang didapatkan oleh mereka yang mengikutinya sampai Hari Kiamat.”

Satu dosa diikuti, maka bagi yang diikuti itu dosa serupa. Jika ada dua, tiga, sepuluh, tiga puluh, bahkan ratusan hingga jutaan pengikut kesesatan, maka bagi siapa yang pertama kali mencetuskan kesesatan itu dosa berlipat ganda, terus bertambah hingga Hari Kiamat menjelang. Ruginya, ruginya, ruginya.

- Advertisement -

Sebagaimana pahala kebaikan yang diberikan secara tunai, dosa kesesatan pun demikian. Diberikan kepada yang mencontohkan tanpa mengurangi sedikit pun jatah dosa orang yang mengikuti kesesatan itu.

Maka jelaslah sudah balasannya. Karena itu, jika hendak melakukan keburukan, berpikirlah sejenak saja; dosamu akan bertambah dan terus bertambah jika keburukanmu diikuti oleh pasangan hidupmu, anakmu, kakak, adik, keluarga, dan orang-orang yang berpotensi mengetahui kesalahan dan dosa yang dilakukan.

Dan, bersemangatlah saat lakukan kebaikan. Sebab sekecil apa pun amalan itu, jika pasangan hidup, anak, keluarga, mertua, orang tua, tetangga, dan umat manusia melihat amalanmu kemudian meneladaninya, bagimu pahala tanpa putus hingga Hari Kiamat. Bahagianya, sumringahnya, senangnya, asyiknya, dan bergembiralah karenanya. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...

Tanda-Tanda Lailatul Qadar, Segera Lakukan Ini Jika Mendapatinya

Tak seorang pun di masa sekarang yang bisa memastikan kapan turunnya lailatul qadar. Namun Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan tanda-tanda lailatul...