Malas Shalat Dhuha? Jadikan 5 Hal Ini sebagai Sumber Semangat (Bagian 2)

Lanjutan dari Keutamaan Shalat Dhuha

3 Wasiat Agung Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Tiada yang lebih agung dari pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliaulah sosok rahmat bagi semesta alam, yang perkataannya paling baik setelah firman Allah Ta’ala. Mengikuti perkataan beliau menjadi sebuah amalan agung yang ganjarannnya cinta Allah Ta’ala dan surga-Nya.

- Advertisement -

Kepada Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan tiga wasiat agung yang juga berlaku untuk umat-umatnya. “Jangan tidur kecuali setelah mendirikan shalat Witir. Jangan meninggalkan shalat Dhuha karena shalat tersebut merupakan shalatnya orang-orang yang bertaubat. Dan berpuasalah selama tiga hari di setiap bulannya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim Rahimahumullah dan merupakan wasiat agung yang harus senantiasa kita pegang dan kerjakan. Dengan izin Allah Ta’ala.

Mendapatkan Kecukupan Hidup

Sebagai salah satu faktor kebahagiaan ialah tercukupinya seseorang terkait kebutuhan hidupnya. Cukup, sejatinya bukan soal jumlah. Merasa cukup adalah urusan hati yang erat hubungannya dengan rasa syukur dan qanaah. Karenanya, banyak kita jumpai orang kaya harta yang selalu merasa kekurangan. Sebaliknya, amat banyak orang yang terlihat biasa-biasa saja, tapi hatinya kaya karena merasa dicukupi.

Salah satu kunci kecukupan, ialah empat rakaat ringan di awal hari, ketika cahaya mentari sudah terasa hangat. “Wahai Anak Adam,” firman Allah Ta’ala dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud Rahimahullah, “jangan lemah untuk mendirikan empat rakaat di awal siangmu, maka Aku akan mencukupkanmu di sisa harinya.”

Adakah jaminan yang lebih baik dari jaminan Allah Ta’ala kepada makhluk-makhluk-Nya? Jika Allah Ta’ala sudah menjamin untuk mencukupi, adakah makhluk yang sanggup mencegah atau menghalanginya? Dialah sebaik-baik Zat yang Mencukupi.

Pahala Umrah

Bagi kita yang ada di Indonesia, untuk melakukan ibadah umrah harus memiliki sekitar 20-30 juta rupiah. Jumlah yang banyak jika dibandingkan dengan penghasilan rata-rata kaum Muslimin negeri ini. Akan tetapi, sebagai bentuk Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah Ta’ala memberikan satu alternatif ibadah yang setara umrah, tanpa harus mengeluarkan satu rupiah pun.

- Advertisement -

“Barang siapa yang keluar rumahnya dalam keadaan suci untuk mendirikan shalat wajib, pahalanya seperti pahala orang yang menunaikan ibadah Haji. Barang siapa yang keluar rumahnya untuk mendirikan shalat Dhuha, tidak ada tujuannya selain itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang menunaikan ibadah umrah.”

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud Rahimahullah ini, salah satunya berfungsi sebagai hiburan bagi kaum Muslimin yang belum memiliki kelebihan harta. Bahwa keutamaan ibadah tetap bisa dikerjakan, meski dengan cara yang berbeda. Tentunya, jika dikurniai kemampuan, melakukan ibadah umrah di Tanah Suci secara langsung lebih berkesan bagi nurani seseorang.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...