Lakukan 10 Amalan Ini, Anda Berhak Mendapatkan Cinta Allah

Mendapatkan kecintaan Allah Ta’ala bukan hanya hak para Nabi. Manusia-manusia biasa seperti kita pun diberi peluang untuk merasakan puncak kenikmatan spiritual tersebut. Syaratnya, kita harus menempuh riyadhah spiritual sebagaimana dirumuskan oleh para pendahulu dari kalangan orang-orang shalih.

- Advertisement -

Salah satunya seperti dirumuskan oleh Imam al-Fairuz Abadi dalam kitabnya Basha-ir Dzawy at-Tamyiz. Sebagaimana dikutip oleh Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam mensyarah Risalah al-Mustarsyidin Imam al-Harits al-Muhasibi, al-Fairus Abadi menyebutkan 10 amalan yang bisa menjadi sebab kecintaan Allah Ta’ala kepada hamba-Nya.

Membaca al-Qur’an

Bukan hanya membaca, tapi dilanjutkan dengan menghafalkan, menghayati maknanya, dan menjadikannya sebagai panduan dalam beramal shalih. “Membaca al-Qur’an dengan penuh penghayatan dan perenungan terhadap maknanya serta memahami apa yang dimaksudkan oleh Allah Ta’ala.”

Pendekatan Diri

Dilakukan dengan dua jalan; melakukan ibadah-ibadah sunnah setelah melakukan ibadah-ibadah yang diwajibkan. Jika seorang hamba istiqamah dalam amalan sunnah setelah mengerjakan amalan wajib, maka Allah Ta’ala akan memberikan kedudukan yang tinggi dan cinta-Nya.

Dzikir

Ialah ibadah tanpa batas. Setiap waktu hendaknya dilalui dengan menyebut nama Allah Ta’ala yang agung. Berdzikir dengan lisan, pikiran, dan hati. Menggunakan seluruh nikmat untuk mengingat Allah Ta’ala. Serta menghubungkan setiap tanda-tanda alam untuk semakin mengenal-Nya. Kata al-Fairuz Abadi, “Karena derajat seseorang tergantung dengan (kualitas dan kuantitas) dzikirnya.”

Utamakan Cinta kepada Allah Ta’ala

Lawan dari cinta adalah nafsu. Kecintaan kepada Allah Ta’ala adalah kebaikan dan hawa nafsu adalah musuh abadinya. Orang yang mendambakan kecintaan Allah Ta’ala, dia harus memenangkan cinta-Nya atas nafsu yang senantiasa dibisikkan oleh setan terlaknat.

Menghayati Nama dan Sifat Allah Ta’ala

Allah Ta’ala memiliki nama-nama yang baik, asma’ al-husna. Nama-nama ini sekaligus menjadi sifat agung yang hanya dimiliki dan berhak disandang oleh-Nya serta mustahil bagi selain-Nya.

- Advertisement -

Menghafal nama-nama-Nya yang agung adalah kebaikan, tapi akan menjadi lebih berdaya guna jika diikuti dengan penghayatan sepenuh jiwa hingga nama-nama tersebut menjadi spirit dalam beramal shalih.

“Barang siapa yang mengenal Allah Ta’ala melalui nama, sifat, dan perbuatan-Nya, pastilah dia mencintai-Nya.” tutur al-Fairuz. Hal ini pun berlaku sebaliknya, mustahil seseorang mencintai Allah Ta’ala dan mendapatkan kecintaan-Nya jika dia tidak mengenal nama-nama-Nya yang agung.

Bersambung ke Lakukan 10 Amalan Ini, Anda Berhak Mendapatkan Cinta Allah (2)

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...