Wasiat Nenek KH Muhammad Arifin Ilham yang Selalu Beliau Amalkan

Kita semua pasti memiliki nenek dan kakek, entah masih hidup atau sudah lebih dahulu menghadap Allah Ta’ala. Nenek dan kakek adalah sosok tak tergantikan yang karenanya, kita hadir di muka bumi ini. Banyak kebaikan yang dilakukan oleh mereka, bahkan tak jarang, mereka lebih sayang kepada kita daripada sayangnya bapak dan ibu kita.

- Advertisement -

Banyak kenangan bersama kakek dan nenek. Dua manusia mulia ini banyak menghabiskan waktu bersama kita, para cucunya. Banyak hikmah yang diajarkan oleh mereka, agar kita menjalani kehidupan yang menyenangkan di kemudian hari.

Salah satu kenangan indah bersama nenek bisa kita dapati dari dai kharismatik asal Banjarmasin ini. Dalam salah satu status hikmahnya, Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilmah mengisahkan salah satu wasiat neneknya kepada kaum Muslimin.

Bukan wasiat biasa, sebab sang dai mengaku menjadikan wasiat tersebut sebagai pegangan hidup hingga berpengaruh dalam kehidupan dai yang kini menetap di Sentul Bogor Jawa Barat ini.

“Dulu,” tutur Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham, “almarhumah nenek berwasiat, ‘Ingat cucuku, jika sukses, ingatlah Nabi Sulaiman ‘Alaihis salam. Jika susah, ingatlah Nabi Ayyub ‘Alaihis salam.’ Subhanallah, terima kasih, Nek.”

Dua nasihat yang disampaikan oleh nenek Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham ini merupakan kalimat kebaikan yang berdasarkan al-Qur’an dan Hadits juga pengalaman hidup. Meski singkat, kalimat ini memiliki makna yang sangat luas dan mendalam, seluas kandungan nilai-nilai yang ada dalam Islam yang mulia.

Wasiat sang nenek kepada Kiyai Arifin adalah anjuran untuk bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar saat mendapatkan ujian hidup berupa kesukaran. Syukur dan sabar inilah dua hal yang disebut keajaiban dan hanya terdapat pada orang-orang yang beriman.

- Advertisement -

Dalam bahasan lebih lanjut, syukur dan sabar merupakan jalan yang harus ditempuh jika seorang hamba menginginkan kehidupan yang sukses di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Dua kunci ini merupakan kepastian yang harus dijalani dalam hidup, sebab kehidupan adalah parade pergantian antara bahagia dan duka, selang-seling, seterusnya sampai seorang hamba meninggal dunia.

Inilah wasiat agung nenek Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham, apa nasihat nenek sahabat sekalian?

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

4 Keutamaan Wudhu yang Mencengangkan

Karena sering dilakukan, kadang wudhu dianggap biasa saja dan disepelekan. Padahal, keutamaan wudhu itu luar biasa. Wudhu adalah cara...

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...