Ulama yang Berinfaq 100 Ribu Dirham dalam Sehari Hingga Saku Bajunya Robek

ilustrasi @ciamis.desa
ilustrasi @ciamis.desa

- Advertisement -

Allah Ta’ala akan kurniakan pahala berlimpah bagi siapa yang beramal untuk dan karena-Nya. Siapa beramal sekali dengan ikhlas, Allah Ta’ala sediakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat pahala baginya.

Di antara balasan atas amal tersebut, ada yang Allah Ta’ala berikan di dunia sebelum balasan nan abadi di akhirat berupa surga; tempat terindah, peristirahatan terbaik, yang dipenuhi kenikmatan tiada bandingnya.

Surga inilah yang menjadi motivasi amal. Karenanya, banyak kita dapati generasi terdahulu umat ini yang amat bersemangat dalam beramal shaleh; baik dalam ibadah ritual, infaq, jihad dengan harta dan jiwanya.

Masuklah pada hari itu Thalhah bin Ubaidillah ke dalam rumahnya. Tak seperti biasanya, hari itu ia menunduk, mukanya ditekuk, gelayut mendung kesedihan nampak muram di wajahnya.

Mendapati suaminya demikian, sang istri-Sa’ad binti Auf-bertanya, “Apa yang membuatmu murung, duhai suamiku?” Bersegera, Thalhah sampaikan alasannya, “Aku mengumpulkan banyak harta hari ini.”

Duhai, orang shaleh ini murung karena telah mengumpulkan banyak harta? Sementara sebagian kita di akhir zaman ini begitu giat dalam melakukan hal itu?

- Advertisement -

Sebab mengetahui karakter suaminya, Sa’ad binti Auf menyampaikan saran, “Jika demikian, kirim dan bagikanlah harta-harta itu kepada kaummu.”

Masya Allah… Adakah istri zaman sekarang yang berperangai demikian? Bahkan kini, banyak istri-istri yang katanya shalehah, namun amat menggilai harta suaminya, bahkan menjadi pemicu bagi suami agar gila harta.

Kemudian pada hari itu juga, sepasang suami istri itu keluar rumah untuk membagikan harta yang dimilikinya. Pernah dalam sebuah kesempatan, lantaran perangai Thalhah yang amat dermawan, oleh istrinya diriwayatkan, “Pernah dalam suatu hari Thalhah bin Ubaidillah membagikan seratus ribu dirham.”

Uang sebanyak itu diletakkan dalam kantong besar yang sengaja dibuat menempel di bajunya. Lanjut riwayat ini menuturkan, “Hingga bagian tengah pakaiannya sobek karena terlalu berat.”

Demikianlah mereka, generasi terbaik umat ini. Meski bergaransi balasan duniawi, amalan yang mereka lakukan senantiasa disucikan dari hal itu. Mereka hanya harapkan balasan akhirat, dan tak tertarik dengan recehan duniawi.

- Advertisement -

Semoga Allah Ta’ala kurniakan kita pertolongan-Nya sehingga kuat dalam taat dan taqwa. Aamiin. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...