Tiga Tuduhan Keji terhadap ‘Utsman bin ‘Affan dan Bantahannya

Apakah sebagai seorang dai pernah mendapatkan tuduhan keji dari musuh-musuh dakwah? Padahal memang, sebagai dai, kita memiliki banyak kekurangan di banyak bagian? Pasalnya, para Nabi dan sahabatnya yang mulia pun mendapatkan tuduhan. Bahkan, mereka dituduh dengan amat keji, dan tak berdasar sedikit pun.

- Advertisement -

Berikut di antara tuduhan yang dialamatkan kepada ‘Utsman bin ‘Affan sebagaimana disebutkan dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim tulisan Imam Ibnu Katsir.

Diriwayatkan dari ‘Utsman bin Mauhib, ada seorang laki-laki yang bertanya kepada ‘Abdullah bin ‘Umar. “Aku bersumpah atas kesucian Ka’bah, tidakkah engkau mengetahui bahwa ‘Utsman bin ‘Affan pernah melarikan diri pada perang Uhud?” Atas tanya lelaki itu, ‘Abdullah bin ‘Umar menjawab, “Ya.”

“Engkau juga mengetahui bahwa ‘Utsman bin ‘Affan tidak mengikuti Perang Badar dan tidak menyaksikannya?” tanya laki-laki itu yang kedua dengan nada menghakimi. Kemudian, jawab ‘Abdullah bin ‘Umar singkat, “Ya.”

Ketiga kalinya, lelaki itu menyampaikan tanya, “Bukankah engkau juga mengetahui bahwa ia tertinggal dan tidak menyaksikan Bai’atu Ridhwan?” Jawab anak ‘Umar bin Khaththab serupa dengan dua jawaban sebelumnya, “Ya.”

Lalu, ‘Abdullah bin ‘Umar memanggil laki-laki penanya itu untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Sebab, dalam nada tanyanya, terdapat tuduhan dan pendiskreditan terhadap salah satu sahabat utama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang dijamin masuk surga itu.

Terkait yang pertama, tutur ‘Abdullah bin ‘Umar, “Aku bersaksi bahwa Allah Ta’ala telah memaafkannya.”

- Advertisement -

“Waktu itu,” terang ‘Abdullah memberikan jawaban atas pertanyaan kedua, “’Utsman bin ‘Affan sedang merawat istrinya yang sedang sakit.” Karenanya, meski tidak turut serta dalam Perang Badar, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya engkau (‘Utsman bin ‘Affan) mendapatkan pahala dan bagian orang yang ikut Perang Badar.”

Sedangkan terkait Bai’atur Ridhwan, ‘Abdullah bin ‘Umar menerangkan, “Seandainya ada orang yang lebih mulia dari ‘Utsman, niscaya beliau akan mengutusnya, menggantikan kedudukan ‘Utsman.” Maka ketika terjadi bai’at tersebut dan ‘Utsman sudah pergi ke Makkah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun mengangkat tangan kanannya dan mengatakan, “Inilah ‘Utsman.”

Betapa mulianya para sahabat yang menyertai Nabi dalam dakwah menegakkan kalimat Allah Ta’ala di muka bumi. Karenanya, tak layak adanya tuduhan buruk, apalagi yang hanya berdasarkan persangkaan belaka. Semoga kita bisa meneladani mereka dalam kebaikan dan takwa. Aamiin. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...