Tiga Tahun Menikah, Beranak Dua, Tapi Tetap Miskin? Ini Solusinya

8
ilustrasi @hendri-az

Tiada ujian yang tak berat. Bukan ujian jika mudah untuk dikerjakan. Begitupun ujian dalam berumah tangga. Ada yang diuji dari pasangan, kekurangan materi, atau jenis ujian lainnya.

Seperti Ahmad, misalnya. Tiga tahun pernikahan, dikaruniai dua anak, tapi tetap miskin. Padahal, siapa yang menikah dijanjikan akan menjadi kaya. Berikut kisah dan solusinya.

Datanglah Ahmad ke rumah Kiyai untuk mengadukan soalan hidup sekaligus meminta saran. Dalam tiga tahun masa pernikahan dan telah dikaruniai dua anak, Ahmad dan istrinya masih hidup dalam kekurangan.

Memang, mereka tak kelaparan. Tapi hidupnya biasa-biasa saja, bahkan sering kepepet masalah. Pun, Ahmad tak kunjung mendapatkan pekerjaan tetap. Ia justru lebih sering menganggur dan bekerja apa saja, asal halal.

Kiyai yang didatanginya adalah sosok insiratif. Selain shaleh dan agamis, beliau dikenal sebagai sosok yang tak pernah risau atau galau dengan persoalan hidup. Padahal, sang Kiyai memiliki sembilan anak, empat kali lipat dari anak Ahmad.

Setelah mendengar keluhan Ahmad, Sang Kiyai pun angkat bicara. “Kita ini hanya wayang, sedangkan ‘dalang’nya adalah Allah Ta’ala.” Lanjutnya, “Jadi, kita hanya diruruh manggung oleh-Nya.” Dengan lembut, Kiyai pun melontarkan tanya kepada Ahmad, “Mungkinkah “Dalang” gak memperhatikan wayang yang berada di atas panggung?”

“Karena itu,” ujar Kiyai menyimpulkan, “datangilah Allah Ta’ala. Dialah yang memberikan rezeki dan mengabulkan semua permintaan yang kita ajukan. Dia Maha Mengurus hamba-hamba-Nya.”

“Maksudnya ‘datangi Allah’, pak Kiyai?” tanya Ahmad menegaskan.

“Sembahlah Allah Ta’ala. Murnikan tauhid. Kerjakan perintah-Nya, dan jauhi semua larangan-larangan-Nya. Dia akan memberikan semua yang kita butuhkan.” jelas sang Kiyai yang diiringi anggukan Ahmad.

“Apakah sesederhana itu, Pak Kiyai?” timpal Ahmad.

“Iya,” jawab Pak Kiyai singkat.

Kiyai kharismatik ini pun mengisahkan analogi tukang cukur yang berdiskusi dengan salah satu pelanggannya. Tukang Cukur mengatakan bahwa Tuhan tidak ada dan tidak mengurusi hamba-hamba-Nya. Buktinya, di dunia ini banyak orang susah, payah, miskin, bahkan yang tak bertuhan.

Karena Sang Pelanggan tak memiliki argumen pembanding, ia hanya diam hingga prosesi cukur rambut kelar. Beruntungnya, Sang Pelanggan menemukan jawaban tepat ketika hendak melangkahkan kaki keluar dari salon.

Pandangannya menangkap sosok orang gila; awut-awutan, kotor, rambut gondrong, kotor, dan menjijikan. “Pak,” kata Sang Pelanggan sembari menoleh, “saya kira yang tidak ada bukanlah Tuhan, tetapi Tukang Cukur.”

“Kok bisa? Bukannya tadi saya yang memotong dan merapikan rambut Anda?” kilah Tukang Cukur.

“Itu Pak buktinya,” tukas Sang Pelanggan sembari menunjuk ke arah orang gila.

Sembari tertawa meremehkan, Tukang Cukur pun menjawab, “Bukan tidak ada Tukang Cukur, tapi orang itu yang tidak mendatangi Tukang Cukur sehingga rambut dan badannya tak terawat.”

Dengan senyum cerdas, Sang Pelanggan pun menimpali, “Itulah jawabannya. Tuhan itu ada, tapi banyak yang tidak mau mendatangi-Nya hingga hidupnya susah, sengsara, dan dirundung nestapa.”

Ahmad pun memahami maksud Sang Kiyai. Ia pulang dengan senyum mengembang dan wajah berseri. Kini, ia tahu apa yang seharusnya dikerjakan. [Pirman]

Berita sebelumyaHiburan dan Motivasi dari Allah Ta’ala
Berita berikutnyaKisah Taubatnya Orang Kaya yang Sombong dan Tidak Shalat

8 KOMENTAR

  1. tapi kl ada orang yg sholatnya rajin ber iman sibanding yg lain jarang sholat jarang sodaqoh tp kl cari kerja gampang deh. nah kl gitu pelajaran apa bisa disimak

    • saya punya kisah dari shalat jumat. setiap doa yg di panjatkan itu sesungguhnya di jawab oleh ALLAH tetapi ada yg tidak di kabulkan di dunia melainkan di akhirat. suatu ketika seorang muslimin miskin dan taat meninggal dunia dan dia kaget ketika di alam barzah pahala dan segala apa yg baik2 di limpahkan padanya seraya dia bertanya ya Allah apakah ini? Allah menjawab ini semua doamu yg kau minta padaku ketika kau berada di dunia, lalu dia meminta pada Allah untuk di hidupkan kembali dan meminta doanya tidak di wujudkan di dunia tetapi di akhirat saja.semoga menambah inspirasi.

    • Itupun sebenarnya ujian buat manusia. apakah dia akan bersyukur dgn Tuhan bila diberi segala kemudahan dunia. bilapun gak bersyukur (dgn taat beribadah & rajin beramal), maka ia tergolong orang2 yg kufur nikmat & suatu saat akan ditegur oleh Allah, mungkin dengan diangkatNya segala nikmat dunianya, supaya ia kembali & bertaubat. Jadi, selagi dia beriman maka ujian & teguran akan selalu datang. Kecuali dia kafir (tdk beriman pd Allah SWT & Rasulullah Muhammad SAW), harta & kenikmatan dunia diberikan olehNya dengan istidraj-Nya. Krn sesungguhnya Allah SWT itu Maha Pemurah, siapapun manusia yg hidup pasti diberikan kemurahan dariNya, baik muslim atau bukan.

  2. erny haryani syg…. klu ad org yg tdk rajin shalat n sedekahx n dy gampang cari krj maka yg rajin shalatx itu akn lbh mudah lg dpt krj klu dy berusaha dgn sungguh2 n hasil dari krjx itu akan lbh berberkah dari hasil krj org yg tdk beriman

  3. sekedar menanggapi jika ada seseorang yang tidak pernah beribadah namun rezekinya tetap lancar… hati-hati malah dengan yang seperti itu… itu seperti Allah membiarkan orang tersebut dalam kesesatan sedangkan mereka tidak merasakan bahwa mereka tersesat… itu yang di sebut istijrot… Allah berikan semuanya untuknya nikmat di dunia dengan tidak menyisakan sedikitpun nikmat untuk akhiratnya nanti… naudzubillahiminzalik… maaf jika ada salah.

  4. cobaan terhadap umatNya adalah salah satu kasih sayang Allah SWT,, umat yang sudah menyimpang tetapi tetap berjalan mulus belum mendapatkan teguran dari Allah dan sungguhlah mereka umat yang merugi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.